Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Menko PMK: Tidak Perlu Jalani Karantina

Sabtu, 16 Juli 2022 13:39 WIB

Share
Menko PMK sambut kedatangan jemaah haji di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto/ist)
Menko PMK sambut kedatangan jemaah haji di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto/ist)

TANGERANG, POSKOTA. CO.ID - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menyebutkan bahwa jemaah haji yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta tidak menjalani karantina. 

Hal itu diungkapkan dalam menyambut kepulangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), pada Jumat (15/7/2022) malam. 

"Pemerintah memastikan tidak ada karantina setelah kedatangan. Jadi sekali lagi, tidak ada karantina," katanya, Sabtu (16/7).

Namun, dirinya tetap menekankan bahwa protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama bagi jemaah yang baru saja tiba di tanah air.

"Kesehatan akan menjadi perhatian utama karena itu tetap menjaga protokol kesehatan dan beristirahat yang cukup. Saya berharap kepulangan jamaah haji ini semuanya dapat berjalan dengan lancar serta bisa berkumpul kembali bersama sanak saudaranya," ungkapnya.

Diketahui, sebanyak 406 orang jemaah haji kloter pertama tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang pada Jumat (15/7) pukul 23.44 WIB. 

Jemaah haji asal DKI Jakarta dan Jawa Barat itu tiba di tanah air setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 10 jam dari Bandara King Abdulaziz (Jeddah) menggunakan maskapai Saudia dengan nomor penerbangan SV5630. 

Saat turun dari pesawat, para jemaah haji masuk ke dalam gedung terminal dan melewati pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo scanner. 

"Jika jemaah terdeteksi demam atau suhu tubuh di atas 37 derajat, langsung berkordinasi dengan satgas Covid-19 untuk penanganan seperlunya," kata Muhadjir. 

Apabila suhu tubuh jemaah normal, mereka dapat langsung menuju Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Terminal 2F untuk pemeriksaan dokumen keimigrasian. 

Halaman
Editor: Tri Haryanti
Contributor: Veronica Prasetio
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar