ADVERTISEMENT

Muncul Istilah ‘SCBD’ saat Bonge Dkk Kuasai Sudirman-Dukuh Atas, Ini Kata Anies Baswedan

Sabtu, 9 Juli 2022 18:02 WIB

Share
Para remaja asyik menongkorong di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas.(ist)
Para remaja asyik menongkorong di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas.(ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bocah Citayam hingga Bojong Gede memadati kawasan Sudirman hingga Dukuh Atas. 

Anak-anak tersebut viral di media sosial, seperti Instagram maupun TikTok lewat konten-konten.

Bahkan, mereka punya gaya berpakaian khas hingga muncul sebutan Citayam Fashion Week.

Sosok populer di kalangan bocah Citayam-Bojong Gede ialah Bonge. Bahkan, muncul guyonan kalau kawasan Sudirman kini dikuasai Bonge Cs. 

Tak hanya Bonge cs, Roy, bocah Citayam juga menguasai daerah tersebut.

Menurut hasil wawancara Poskota pada Jumat (8/7/2022) di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta, para bocah ini bahkan rela menghabiskan waktu dan adu style fashion, demi menarik minat para content creator.

Tak ayal, banyak orang penasaran dengan femonena yang sedang hits tersebut.

Para anak muda ini pun mengaku, akan meneruskan budaya Citayam Fashion Week, sebagai bentuk ekspresi mereka.

Salah satunya dengan memakai outfit warna cerah, serta gaya fashion andalannya, bak ingin melakukan fashion show.

Semenjak mereka para remaja yang nongkrong di trotoar wilayah Dukuh Atas, Sudirman, termasuk Bonge dan kawan-kawan, muncul istilah ‘SCBD’

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku baru mendengar istilah yang ternyata singkatan SCBD adalah Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok.

Pasalnya, singkatan SCBD adalah Sudirman Central Business District. 

SCBD merupakan kawasan bisnis yang terletak di Jakarta Selatan yang terdiri dari kondominium, gedung perkantoran, hotel, serta pusat perbelanjaan dan hiburan. 

“Baru dengar juga istilah SCBD alias Sudirman, Citayam, Bojong Gede dan Depok,” kata Anies Baswedan dalam instagram pribadinya @aniesbasweda yang dikutip pada Sabtu (9/7/2022).

Anies menuturkan pihaknya berupaya membangun ruang ketiga sebagai fasilitas yang menyetarakan dan mempersatukan. 

“Singkatnya: kami membangun ruang ketiga memang sebagai tempat yang menyetarakan dan mempersatukan. Ruang ketiga adalah ruang kita bersama di antara ruang pertama (rumah) dan ruang kedua (tempat kerja/belajar),” katanya.

“Silakan semua boleh datang menikmati ruang-ruang publik di Jakarta dengan cara dan ekspresinya masing-masing. Yang penting: jaga kebersihan dan ketertiban. Selamat menikmati ruang ketiga di Jakarta!” sambungnya.

Sebelum menanggapi istilah SCBD itu, Anies merespons terlebih dahulu fenomena maraknya bocah Citayam di trotoar Dukuh Atas.

Anies berkelakar perlu adanya focus group discussion (FGD) untuk membahas fenomena itu.

Kelakar itu disampaikan Anies saat menghadiri acara Pembukaan TOD Forum 2022 dan Pencanangan Pembangunan Interkoneksi Bawah Tanah (Tunnel) Thamrin Nine-Stasiun MRT Dukuh Atas pada Kamis (7/7/2022).

"Itu (fenomena) on ground, ini (pembangunan tunnel) underground. Kita butuh FGD khusus soal ini,” ujar Anies saat ditemui di Thamrin Nine, Dukuh Atas, Jakarta Pusat pada Kamis (7/7/2022).

"Terus soal SCBD. Gini, saya jawab ini dulu," sambungnya.

Kemudian, Anies bicara soal Pemprov DKI yang berupaya mewujudkan kesetaraan. 

Menurutnya, jika dilihat dari Jalan Sudirman yang dulu dipenuhi pekerja di kawasan itu saja, tapi kini orang dari berbagai wilayah ikutan nongkrong di area sekitar Jalan Sudirman seperti Taman Dukuh Atas.

"Teman-teman ingat Jalan Jenderal Sudirman berapa tahun yang lalu? Jalan itu dimiliki oleh mereka yang bekerja di tempat ini saja di luar itu tidak bisa ikut menikmati jalan terbesar di republik ini jalan itu hanya dinikmati mereka yang bekerja. Kenapa? Karena semuanya menggunakan kendaraan pribadi, begitu masuk kantor sampai di kantor mau keluar kantornya pakai mobil, pakai motor. Tidak ada yang berjalan kaki antar gedung ada pertemuan antargedung nggak jalan kaki," ujarnya.

"Apa yang terjadi setelah dibangunnya trotoar? Trotoarnya sangat lebar yang sesungguhnya terjadi adalah bukan saja mereka yang bekerja di kawasan ini yang bisa berjalan kaki leluasa tapi seluruh warga Jabodetabek bisa menikmati jalan dengan pemandangan gedung-gedung tinggi satu-satunya di republik ini," katanya.

Anies mempersilakan siapa pun menikmati ruang ketiga yang dibangun. Menurutnya, ruang ketiga merupakan tempat untuk mempersatukan, bukan membedakan satu sama lain.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT