Duh! Beli Pertalite dan Solar Subsidi Pemerintah Mesti Daftar Dulu Lewat Aplikasi MyPertamina, Warga: Bikin Repot Rakyat

Rabu, 29 Juni 2022 22:47 WIB

Share
Sejumlah pengendara sepeda motor melakukan pengisian bensin Pertalite di SPBU Pertamina, Jalan Raya Kalimalang, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Rabu (29/6/2022). (ardhi)
Sejumlah pengendara sepeda motor melakukan pengisian bensin Pertalite di SPBU Pertamina, Jalan Raya Kalimalang, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Rabu (29/6/2022). (ardhi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga berencana mengatur pembelian Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Khusus Penugasan (JBKP) seperti Pertalite dan juga BBM Solar Subsidi.

Pembeli Pertalite diwajibkan untuk mendaftar ke situs MyPertamina mulai 1 Juli 2022 ini.

Kebijakan tersebut menuai ragam komentar dari masyarakat baik pengendara sepeda motor maupun mobil.

Satu pengemudi mobil, Yusuf (52) mengatakan aturan mendaftar terlebih dahulu lewat situs MyPertamina sebelum mengisi bensin Pertalite maupun solar subsidi merupakan kebijakan yang bikin repot rakyat.

Dia menduga jika ada salah satu pihak yang mendulang keuntungan terkait penggunaan aplikasi yang digunakan sebagai tempat registrasi sebelum mengisi bensin bersubsidi.

"Kebijakan ini kebijakan yang bikin repot rakyat. Salah satu pihak mungkin ada yang diuntungkan dengan adanya aplikasi ini," ungkap Yusuf saat ditemui di SPBU Pertamina, Jalan Raya Kalimalang, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Rabu (29/6/2022).

Lanjutnya, Yusuf pun mengingatkan, tak semua  wilayah di Indonesia memiliki sinyal internet mumpuni untuk melakukan registrasi melalui situs maupun aplikasi MyPertamina.

"Bagaimana rakyat-rakyat yang ada di pedesaan? Ketika dia mau ngisi ke salah satu SPBU atau pom bensin, mau daftar tapi susah sinyal, tentu nanti di kemudian hari ada protes kuat dari masyarakat," kata Yusuf.

Sementara itu, satu pengendara motor, Hilmi (22) mengungkapkan bahwa mendaftar terlebih dahulu sebelum mengisi bensin Pertalite membuat rumit saja.

"Sebenarnya enggak pengen juga begitu, ribet daftar daftar dulu," kata Hilmi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar