Rejeki Melayang Gegara Ganti Nama

Selasa, 28 Juni 2022 07:30 WIB

Share
Rejeki Melayang Gegara Ganti Nama
Kartun Sental-Sentil: Rejeki Melayang Gegara Ganti Nama. (kartunis: poskota/arif)

SUDAH lepas tengah hari ponsel Nurdin tak bersuara, memberi tanda kalau ada orderan masuk dari pengguna jasa ojek online nya. Sejak pagi padahal Nurdin berdiam diri di rumah sambil menatap layar ponsel yang sudah retak di sebagian kacanya. "Anyep bener nih, udah lewat tengah hari gini belum ada juga orderan," gumamnya sambil menyeruput kopi. Sejurus kemudian , Nurdin tersentak begitu mendengar notifikasi alias tanda dari akun ojolnya. "Dasar rejeki ga kemana," ujar Nurdin yang kembali menatap layar ponsel.

Kendati tak terlihat jelas lantaran terhalang retakan kaca, Nurdin masih bisa membaca kalau orderan masuk dari wilayah sekitar Bambu Apus. Bergegas, pria yang belum dikaruniai anak itu mengambil jaket dinasnya, helm dan menghidupkan mesin sepeda motor . "Bu saya jalan dulu, ada orderan nih," teriak Nurdin, pamit kepada Erna, istrinya. Sementara sang istri yang sedang rebahan di kamar, tak menggubris suaminya, kalah fokus dengan online shop yang sedang dilihatnya di ponsel. 

Nurdin memacu sepeda motornya dengan wajah sumringah membayangkan rejeki penglaris yang bakal diterimanya dari pelanggan. Mendekati lokasi jemputan pelanggan sesuai dengan alamat di aplikasi, Nurdin melambatkan laju sepeda motornya sambil mengamati di sekitar lokasi. "Kalau dari aplikasi seharusnya di sekitar sini nih," kata Nurdin dalam hati sambil sesekali melihat layar ponsel. "Tapi kok ga ada nama jalannya," ucapnya, masih dalam hati.

Memastikan kembali, Nurdin berputar mengelilingi kawasan sekitar. Sementara notifikasi di ponsel beberapa berbunyi, namun tak diindahkan Nurdin yang sedang konsentrasi mencari alamat. Sampai akhirnya Nurdin pasrah dan memilih bertanya kepada warga yang ditemuinya. "Pak, mau nanya tau alamat ini? Kok saya sudah dua kali mutar ga ketemu, padahal udah ngikutin petunjuk di HP alamatnya dan benar di sekitaran sini," tanya Nurdin kepada seorang bapak tua yang sedang duduk di pinggir jalan. "Ya emang di sini mas. Nama jalan nya aja yang baru diganti belon lama," jawab si bapak. 

"Mas dari ojek online yang dipesan anak saya yah? Pantesan ditungguin ga sampe-sampe, anak saya sudah naik angkot mas barusan," kata si bapak tua lagi. Mendengar jawaban itu Nurdin terdiam. Dilihatnya ponsel, tampak di layar retak HP-nya panggilan dan pesan dari pelanggan pemesan yang tak terjawab. "Gara gara ganti nama, rejeki pun melayang," keluh Nurdin membatin. (yahya)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar