ADVERTISEMENT

PDIP Ogah Berkoalisi dengan Demokrat – PKS, Pengamat: Perbedaan Ideologi Sulit Disatukan

Jumat, 24 Juni 2022 08:29 WIB

Share
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. (Ist)
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. (Ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengataan, kalau dirinya tidak kaget jika sikap PDI Perjuangan  yang enggan berkoalisi dengan PKS dan Demokrat di Pilpres 2024. 

"PDIP memang punya karakter kuat dan konsisten, salah satunya tidak ingin koalisi dengan PKS," kata Dedi, Jumat, (24/6/2022). 

Dedi menegaskan,  Perbedaan ideologi membuat keduanya sulit disatukan. Apalagi koalisi skala nasional demi menghadapi Pilpres. 

"Hal ini karena perbedaan ideologi kekaderan, dan cara itu secara nasional terbukti berhasil memenangkan PDIP," ujarnya.

 

Kesulitan PDIP dan Demokrat  berkoalisi karena masa lalu Ketua Umum PDIP Megawati dan Ketua Majlis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.  Mega dan SBY pernah menjadi rival di Pilpres 2009. Di mana sebelumnya SBY pernah diangkat Mega menjadi anak buahnya sebagai Menko Polhukam. 

"Adapun dengan Demokrat ini kondisi unik, di mana relasi Megawati dan SBY punya narasi sendiri, dan belum mencair hingga hari ini. Situasi hubungan personal ini sulit berubah karena menggunakan nalar perasaan, itulah mengapa sulit koalisi," katanya. (rizal)

 

ADVERTISEMENT

Reporter: Rizal Siregar
Editor: Deny Zainuddin
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT