Kementerian PUPR Bangun 61 Bendungan, OptimisTingkatkan Produksi Beras 40 Juta Ton Pada Tahun 2045

Senin, 20 Juni 2022 09:18 WIB

Share
Presiden Joko Widodo saat meresmikan  Bendungan Randugunting di Blora. (foto biro pers)
Presiden Joko Widodo saat meresmikan  Bendungan Randugunting di Blora. (foto biro pers)

JAKARTA,  POSKOTA.CO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong penyelesaian pembangunan 61 bendungan hingga tahun 2024 sebagai tambahan pasokan air irigasi lahan pertanian di seluruh Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan kehadiran bendungan di seluruh tanah air telah meningkatkan indeks pertanaman.

Sehingga menurutnya, hasil produksi beras secara nasional juga turut meningkat.

"Kehadiran bendungan meningkatkan indeks pertanaman (IP/ yang sekarang ini rata-rata nasional BPS sebesar 147 persen dengan air irigasi dari 231 bendungan. Dengan adanya tambahan 61 bendungan bisa kita naikkan IP menjadi 200 persen," kata Basuki dikutip melalui keterangan resminya pada Senin (20/6/2022).

Sementara itu, salah satu bendungan yang dibangun pada tahun 2015-2020 adalah Bendungan Sindangheula yang berlokasi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten dengan biaya senilai Rp 458,9 miliar.

Basuki mengatakan, bendungan sindangheula telah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo pada 4 Maret 2021 lalu.

"Bendungan Sindangheula memiliki kapasitas tampung 9,3 juta m3 dengan manfaat irigasi 1.289 ha, air baku 800 liter/detik, dan potensi pembangkit listrik 0,4 MW," lanjutnya.

Basuki mengatakan, dengan demikian produksi beras nasional dapat mencapai 40 juta ton pada tahun 2045 dan Indonesia bisa surplus beras hingga 10 juta ton.

Sementara itu menurut Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S.

Atmawidjaja mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanaman pangan, Pemerintah melakukan dua strategi utama yakni meningkatkan konversi padi ke beras dan meningkatkan indeks pertanaman. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar