Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN 2022 Usung Tema Roll Back Dengue

Sabtu, 18 Juni 2022 14:35 WIB

Share
Ilustrasi demam berdarah. (Foto/Freepik)
Ilustrasi demam berdarah. (Foto/Freepik)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Hari Demam Berdarah Dengue (DBD) ASEAN atau ASEAN Dengue Day diperingati setiap 15 Juni. Hari Demam Berdarah Dengue (DBD) ASEAN ini pertama kali diselenggarakan di Hanoi, 30 Oktober 2010 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19. 

Pada peringatan kali ini, Singapura menjadi tuan rumah untuk KTT Asia Dengue yang ke-5 dan diselenggarakan pada 13-15 Juni 2022 dengan mengusung tema “Roll Back Dengue”. 

Tujuan KTT Demam Berdarah Asia yang ke-5 ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen nasional dan antar anggota ASEAN pada upaya pengendalian demam berdarah agar angka kejadian dan kematian akibat DBD dapat ditekan. 

Melansir dari Asia Dengue Summit, KTT Asia Dengue memberikan kesempatan bagi semua orang di komunitas demam berdarah untuk bertukar ide, pembaruan, dan pencapaian tentang strategi pengelolaan demam berdarah.

The 5th Asia Dengue Summit diselenggarakan bersama oleh  Asia Dengue Voice and Action (ADVA), Konsorsium Penyakit Menular Dengue dan Aedes Global (GDAC), Southeast Asian Ministers of Education Tropical Medicine and Public Health Network (SEAMEO TROPMED), dan Yayasan Merieux (FMx).

Tidak hanya itu, pakar demam berdarah dari akademi dan lembaga penelitian pun turut berpartisipasi untuk memberikan gambaran luas tentang status demam berdarah saat ini dan pengelolaannya di seluruh Asia, seperti perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) regional dan global, ADVA, SEAMEO TROPMED, GDAC, Institut Vaksin Internasional (IVI), FMx dan lainnya.

Selain itu, melansir dari Kementerian Kesehatan, peringatan Hari Demam Berdarah menjadi salah satu ajang untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyakarat di negara Asia Tenggara untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah dengan menerapkan 3M plus. 

1. Menguras tempat yang sering menjadi penampungan air
2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air
3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang)

Seluruh masyarakat di Asia Tenggara dapat menerapkan 3M plus dengan melakukan beberapa langkah sebagai berikut. 

1. Menggunakan obat anti nyamuk
2. Membersihkan lingkungan secara gotong royong
3. Memeriksa tempat penampungan air
4. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
5. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
6. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
7. Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah yang tertutup
8. Memberikan larvasida pada penampungan air susah dikuras
9. Menanam tanaman pengusir nyamuk (Adinda Salsabila)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar