Sidang Pembunuhan Sejoli Nagrek, Terdakwa Kolonol Inf Priyanto Sebut Dirinya Tertidur Saat Kejadian

Selasa, 24 Mei 2022 21:58 WIB

Share
Kolonel Infanteri Priyanto (kiri), terdakwa kasus pembunuhan berencana sejoli Nagreg saat hadir dalam sidang agenda duplik di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/5/2022) (foto:ardhi)
Kolonel Infanteri Priyanto (kiri), terdakwa kasus pembunuhan berencana sejoli Nagreg saat hadir dalam sidang agenda duplik di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/5/2022) (foto:ardhi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kolonel Infanteri Priyanto, terdakwa kasus pembunuhan berencana Sejoli Nagreg, sedang tertidur kala anak buahnya menabrak sepeda motor yang dikendarai Handi Saputra (17) dan Salsabila (14) di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Klaim tersebut disampaikan penasihat hukum Priyanto, Letnan Satu Chk Feri Arsandi, dalam sidang agenda duplik atau tanggapan atas replik Oditur di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/5/2022).

Kata Feri, Priyanto sama sekali tak mengetahui adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut.

 

"Karena pada saat kejadian, terdakwa sedang tidur. Terdakwa baru terbangun setelah terjadinya kecelakaan," jelas Feri saat membacakan duplik, Selasa (24/5/2022).

Oleh sebab itu, lanjut Feri, Priyanto kala kejadian hanya penumpang mobil yang tak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.

"Secara hukum terdakwa pada saat kejadian hanyalah penumpang mobil, tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas meninggalnya Handi Saputra dan Salsabila akibat kecelakaan lalu lintas," ungkap Feri.

Feri menambahkan, berdasar keterangan dua anak buah Priyanto, yaitu Kopda Andreas Dwi Atmoko dan Koptu Ahmad Sholeh, terdakwa Priyanto juga ikut mengangkat dan memasukkan kedua korban ke dalam mobil.

 

"Perlu kami tegaskan kembali menurut catatan kami, keterangan saksi dalam persidangan mengatakan orang awam dapat menilai bahwa korban seperti kecelakaan sudah meninggal atau sudah tidak bergerak lagi. Apalagi orang yang berada di mobil dalam keadaan panik karena telah menabrak orang," tutur Feri

Halaman
Reporter: Ardhi Ridwansyah
Editor: Deny Zainuddin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar