Jika Golkar-Demokrat Berkoalisi, Pengamat: Airlangga Bisa Mainkan Perannya sebagai King Maker Sekaligus Capres

Senin, 9 Mei 2022 15:17 WIB

Share
AHY sowan ke kediaman Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (foto: ist)
AHY sowan ke kediaman Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs, A. Khoirul Umam menilai, koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar diprediksi bakal menemui sejumlah kendala pada Pemilu 2024. Kendala itu terjadi jika Golkar ngotot mengunci nama Airlangga Hartarto sebagai calon presiden.

"Jika Golkar sejak awal negosiasi pembentukan koalisi sudah coba mengunci dengan harga mati agar posisi capres dipegang oleh Airlangga Hartarto, maka hal itu menjadi agak problematik," ujar Khoirul, Senin 9 Mei 2022.

Partai-partai medioker seperti PAN dan PPP juga belum tentu semangat untuk mengusung skema tersebut, kecuali partai-partai itu "dibeli suaranya" dengan model politik transaksional seperti yang dilakukan pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu.

"Karena itu, alternatif yang bisa dilakukan adalah, Golkar perlu membuka berbagai skema kemungkinan dan tidak langsung mengunci nama Airlangga sebagai Capres sebagai 'harga mati'," ungkapnya.

Pada kesempatan ini, lanjutnya, Airlangga bisa memainkan peran sebagai "king maker" dalam proses pembentukan koalisi, dengan tetap membuka peluang dirinya sebagai Capres.

"Sekaligus membuka peluang tokoh-tokoh muda yang lain seperti Anies, Ganjar atau bahkan AHY sendiri untuk maju sebagai Capres dalam Pilpres 2024 mendatang," bebernya.

 

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs, A. Khoirul Umam. (foto: ist) 

Ia menyebut, dinamika politik yang terus dikawal akan menentukan, di mana Golkar dan Demokrat bisa menjadi jangkar. Bahkan, jika basis koalisi Golkar-Demokrat menguat, tidak menutup kemungkinan Nasdem, PAN, PPP dan juga PKS bisa ikut dalam gerbong mereka. 

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar