Kata PDIP Soal Bagi-Bagi Kaus Anies Presiden Indonesia: Anies Cerdas Tapi Tak Punya Etika!

Sabtu, 30 April 2022 04:49 WIB

Share
Kata PDIP Soal Bagi-Bagi Kaus Anies Presiden Indonesia: Anies Cerdas Tapi Tak Punya Etika!
Sejumlah peserta mudik gratis mengenakan kaos 'Anies Untuk Presiden', hal itu dituding bentuk kampanye Gubernur DKI. (Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diam-diam membagikan kaus bernuansa politis saat melepas para pemudik Jakarta, beberapa hari lalu.

Kaus yang dibagikan Anies cukup banyak mendapat respons publik. Pasalnya, pada bagian depan kaus itu terdapat gambar kepala Anies yang sumringah dihiasi dengan tulisan 'Anies Presiden Indonesia'.

Gembong yang mengetahui hal itu terbelalak kaget. Dia lantas menyebut Anies cukup cerdas memanfaatkan keadaan, terlebih hal itu dilakukan menjelang akhir masa jabatannya sebagai gubernur. Namun sayangnya, kata Gembong, perbuatan Anies itu sungguh tak beretika. 

“Itu cerdas namanya. Cerdas memanfaatkan situasi tetapi tidak beretika. Karena itu kan keberangkatan bus menggunakan APBD kemudian dimanfaatkan Pak Anies untuk memperkenalkan diri, itu namanya cerdas. Tetapi cerdas yang tidak beretika,” kata Gembong Warsono kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Gembong meyakini pemudik yang mendapatkan kaus itu tidak semuanya pendukung Anies atau menginginkan Anies menjadi presiden. Karena itu, kegiatan bagi-bagi kaus ala Anies itu seharusnya tak dilakukan. 

“Karena itu duit rakyat. Apakah seluruh rakyat Jakarta sepakat dengan apa yang dilakukan Pak Anies? kan belum tentu juga,” jelasnya. 

“Bisa saja kan, katakanlah tidak gunakan APBD, wong yang tahu cuma mereka, jangan-jangan itu duit BUMD. Kan kita nggak tahu juga,” imbuhnya.

Sebagai informasi, beredar foto yang menunjukkan para peserta mudik gratis di Pulogebang menggunakan kaos ‘Anies Baswedan Untuk Presiden’.

Tidak hanya itu, video lain juga beredar yang menunjukkan Anies Baswedan membagikan sejumlah hand sanitizer di bus.(*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar