Ade Armando Dipukuli Karena Arogansi, Rocky Gerung: CokroTV Itu Isinya Islamofobia dan Menghina, Dungu Memang Begitu

Sabtu, 16 April 2022 11:51 WIB

Share
Ade Armando dirawat setelah dipukuli, dan Rocky Gerung (Foto: twitter/dennysiregar7, tangkapan layar Youtube ILC)
Ade Armando dirawat setelah dipukuli, dan Rocky Gerung (Foto: twitter/dennysiregar7, tangkapan layar Youtube ILC)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Pengamat politik Rocky Gerung mengungkap alasan pengeroyokan pegiat media sosial sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando. Peristiwa ini terjadi di depan gedung DPR pada  11 April 2022.

Menurut Rocky Gerung, Ade Armando dipukuli karena arogansi. Tindakan Ade Armando datang dengan maksud “memantau situasi” pada demo 11 April dilihat Rocky menunjukan sikap arogansinya.

Rocky Gerung juga menyebut kanal youtube Ade Armando, CokroTV memuat konten-konten yang provokatif serta islamofobia. Sehingga kemudian, kehadiran Ade di tengah demo tidak dilihat dengan kapasitasnya sebagai dosen, namun, orang-orang melihat Ade sebagai buzzer.

 

“Beberapa teman menganggap Ade demokratis, tapi kelakuan dia menunjukan arogansi,” kata Rocky dalam akun YouTube Rocky Gerung Official, dikutip pada Sabtu (16/4/2022).

Kehadiran Ade Armando pada demo 11 April memang menjadi pusat perhatian massa saat demo. Beberapa pihak juga menganggap peristiwa pengeroyokan Ade Armando mengaburkan substansi unjuk rasa yang harusnya lebih diperhatikan pemerintah.

Meski demikian, posisi Ade Armando yang dianggap sebagai buzzer Presiden Jokowi tidak serta menghalalkan kekerasan.

“Ade Armando mengambil posisi pembela Jokowi, oke. Namun itu tak boleh diaktifkan untuk menunjukan kekerasan.” ujar Rocky.

 

Rocky menilai bahwa Ade Armando adalah korban, tapi seharusnya kubunya tidak lalu mengekploitasi aksi pengeroyokan dan pembugilannya dan mencari celah politik.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar