Tepat Hari Ini, Hari Bipolar Sedunia 2022 Usung Tema Bipolar Together!

Rabu 30 Mar 2022, 16:03 WIB
Ilustrasi Bipolar. (Foto/Pixabay)

Ilustrasi Bipolar. (Foto/Pixabay)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Rabu, 30 Maret 2022 menjadi peringatan Hari Bipolar Sedunia. Di lansir dari International Bipolar Foundation (IBF), pada tahun ini, Hari Bipolar Sedunia mengusung tema #BipolarTogether.

Peringatan Hari Bipolar Sedunia dirayakan bersamaan dengan hari ulang tahun Vincent Van Gogh, seorang pelukis Belanda serta salah satu seniman yang paling berpengaruh dalam sejarah seni Barat yang didiagnosis mengidap gangguan bipolar.

Hari Bipolar Sedunia memiliki tujuan utama, yaitu untuk menginspirasi perubahan pemikiran global yang akan menghilangkan stigma sosial dan mendorong penerimaan. 

Selain itu, melalui kerjasama internasional, tujuan Hari Bipolar Sedunia adalah untuk membawa informasi kepada seluruh masyarakat dunia tentang kondisi bipolar yang akan mengedukasi serta meningkatkan kepekaan terhadap kondisi tersebut.

Dengan adanya Hari Bipolar Sedunia, dapat menghubungkan dan mengingatkan kepada orang-orang yang mengalami gangguan bipolar bahwa mereka tidak sendirian dengan apa yang mereka alami. 

Untuk mereka yang mengidap gangguan bipolar, adanya Hari Bipolar Sedunia dapat memberikan kesempatan untuk mempelajari serta meningkatkan tentang kondisinya lebih lanjut melalui pengobatan dan cara untuk mengatasi dampaknya pada kehidupan sehari-hari. 

Dalam rangka Hari Bipolar Sedunia, kamu bisa membagikan kisah yang dimiliki melalui sosial media dengan memberikan tagar #BipolarTogether dan #WorldBipolarDay.

Viral! Belum Urus Perizinan, Konser Tulus Bertajuk Soundfest 2022 Gagal Digelar

Sebagai informasi, dikutip dari Alodokter, Rabu (30/3/2022), gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan yang drastis pada suasana hati.

Biasanya, penderita gangguan ini bisa merasa sangat bahagia kemudian berubah menjadi sangat sedih dalam waktu yang tiba-tiba.

Data World Health Organization di tahun 2017, terdapat sekitar 45 juta orang di seluruh dunia yang menderita gangguan bipolar. Faktanya, gangguan bipolar menjadi salah satu penyebab utama cacat dan kematian akibat bunuh diri di seluruh dunia. (Adinda Salsabila)

Berita Terkait
News Update