BELARUSIA, POSKOTA.CO.ID - Warga negara Amerika Serikat (AS) mendapatkan suaka dari Belarusia, mantan penduduk AS menghadapi tuntutan pidana federal dari serangan 6 Januari di US Capitol telah diberikan perlindungan dari negara bekas Uni Soviet.
Evan Neumann (49), setahun yang lalu didakwa atas penyerangan terhadap polisi, termasuk karena menggunakan barikade logam sebagai pendobrak selama kerusuhan tahun lalu.
Dilansir dari theguardian.com. Dalam sebuah wawancara dengan Belarus 1 (TV) yang ditayangkan tahun lalu, dirinya menolak tuduhan dan mengatakan tidak memukul petugas polisi.
Langkah Belarus ini dilakukan sebulan setelah invasi Rusia ke Ukraina. Ketika Joe Biden sedang menuju ke Eropa untuk berbicara dengan sekutu kemungkinan sanksi baru yang akan diberikan terhadap Kremlin dan menambahkan lebih banyak bantuan militer untuk Kyiv.
“Saya senang Belarusia merawat saya. Saya kesal karena menemukan diri saya dalam situasi di mana saya memiliki masalah di negara saya sendiri.” Kata Evan, dikutip dari theguardian.com, Kami (24/3/2022).
Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, dan presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menggunakan kerusuhan itu sebagai bukti standar ganda AS, yang sering mengutuk tindakan keras terhadap demonstrasi anti-pemerintahan di tempat lain.
Rekaman kamera pada tubuh polisi menunjukkan Evan dan lainnya mendorong barikade logam ke barisan petugas sebelum dia meninju dua polisi dan memukul mereka dengan barikade. Dokumen pengadilan menyatakan Evan, berdiri di depan barikade polisi mengenakan topi merah “Make America Great Again” untuk mendukung Donald Trump.