Menggagas Jakarta Masa Depan

Kamis, 24 Februari 2022 05:55 WIB

Share

Dari cerita Monas, ikon Jakarta, Stasiun Gambir hingga Kota Tua, pembicaraan kakek dan cucunya, sampai kepada masa depan Jakarta, setelah ibu Kota Negara (IKN) pindah ke Kawasan Penajam, Pasr Utara, Kalimantan Timur.

Cucu bertanya: Setelah IKN pindah, Jakarta mau jadi apa kek?

Kakek: Jakarta adalah tetap Jakarta, masih ada Monasnya, masjid Istiqlal, Stasiun Gambir dan  kota tuanya.

Cucu: Kakek yakin, Jakarta masih akan tetap ramai seperti sekarang?

Kakek : Iya lah, harus yakin. Banyak pengamat mengatakan Jakarta tidak akan berubah, malah akan menjadi pusat bisnis dan perdagangan.

Sudah banyak negara yang memindahkan ibu kotanya, tetapi tidak mematikan ibu kota yang lama. Seperti Amerika Serikat, meski Ibu Kota Negara dipindah ke Washington DC, tetapi New York menjadi kawasan bisnis dan terkenal di dunia.

Turki, masyarakat dunia tetap mengenal Istanbul (dulu Konstantinopel), meski IKN sudah dipindah ke Ankara.

Begitu juga Malaysia.  Negara ini tergolong sukses memindahkan IKN dari Kuala Lumpur ke Putrajaya pada tahun 1999 dengan alasan karena kemacetan dan demi meningkatkan efektivitas kerja. Namun, Kuala Lumpur saat ini masih menjadi tempat untuk Sultan, Parlemen Malaysia, serta pusat perdagangan dan keuangan Malaysia. Artinya Kuala Lumpur masih tetap menjadi idola para pegawai di sana, juga masyarakat dunia.

Lantas bagaiman dengan Jakarta? Apakah nantinya akan sama seperti New York , Istanbul dan Kuala Lumpur? Masih dalam bayangan, meski sejumlah pakar dan pengamat merasa yakin Jakarta akan bisa lebih berkembang.

Konon, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sedang menyusun strategi untuk mewujdukan Jakarta sebagai pusat bisnis dan ekonomi global.

Halaman
Editor: Deny Zainuddin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar