“Halo, apa kabar Bapak Ibu? Baik dong,ya. Itu yang kita harapkan bersama.Mudah-mudahan kita selamat dari fitnah yang lagi berseliweran saat ini,” ujar sahabat Bang Jalil dari jarak jauh.
Simak saja, kayaknya tak putus-putusnya orang pada bikin ulah. Ada yang demo seperti yang terjadi di Jawa Barat, dan berakhir anarkis.
Petugas sampai harus mengamankan ratusan pelaku. Lucunya waktu pada demo beringas, kesetanan, apa saja yang dilihat dirusak.
Eh, begitu ditangkap petugas pada nangis kayak ayam sayur.
“ Itu kan sifat manusia, berani banget kalau beramai-ramai. Nggak takut mati, kayak punya nyawa rangkap,” kata istri Bang Jalil.
Bayangkan saja kalau lagi sama kawan-kawannya berani nggak karuan. Apa saja diteriaki, dinyinyirin, nggak mikir kalau itu bikin tersinggung atau sakit hati.
Orang dibilang; macan mengeonglah. Nggak tanggung-tanggung itu yang disinggung seorang menteri dan pimpinan partai.
Bukan itu saja, satu pulau besar yang bakalanan jadi ibukota baru juga disindir sebagai, ’ tempat jin buang anak, tempat genderuwo.
Ya, tentu saja penduduk setempat yang sangat menghormati budaya tempat tinggalnya marah.
Bang Jalil menggut-manggut. Ya, mengerti nggak ngerti apa yang dikatakan sang sahabat pokoknya menggut saja, deh!
“ Ya, nggak begitu, Pak. Kita ini masyarakat ya, harus tahu perkembangan negara. Lagi ada apa,tenang aman, apa pada resah? Sembako naik nggak. Minyak goreng udah turun belon? Kalau semua naik, ya boleh protes, dong?” kata sang istri.
