Gus Miftah Komentari Wasiat Dorce Gamalama: Kain Kafan dan Tata Cara Salat Jenazah Laki-laki dan Perempuan Berbeda

Minggu, 30 Januari 2022 17:14 WIB

Share
Dorce Tak Ingin Jenis Kelaminnya Diperdebatkan (Foto: Instagram/@dorcegamalama)
Dorce Tak Ingin Jenis Kelaminnya Diperdebatkan (Foto: Instagram/@dorcegamalama)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Atis senior serba bisa, Dorce Gamalama baru-baru ini bikin heboh soal wasiatnya lantaran ia meminta dimakamkan sebagai perempuan, jika meninggal dunia nanti.

Wasiat Dorce pun kemudian ditanggapi penceramah Gus Miftah.

"Saya dengar ada beberapa wasiat, ya kayaknya ya dari beliau, itu salah satu yang saya dengar itu nggak usah ada upacara doa tahlil 40 hari. Terus kemudian, yang kedua soal dia minta untuk dimakamkan secara perempuan," tutur Gus Miftah mengutip dari kanal YouTube Official Nitnot, yang diunggah baru-baru ini.

Gus Miftah mencoba mengkaji secara hukum Islam perihal transgender dalam agama Islam.

Dalam Alquran, jelas dibagi hanya dua jenis kelamin.

"Jadi yang pertama, dalam Surat Al Hujurat itu, Allah menciptakan kelamin itu cuma ada dua, jadi jenis laki-laki dan perempuan. Kemudian dalam fiqh itu ada jenis kelamin yang ketiga namanya, Khunsa," kata Gus Miftah.

Menurut Gus Miftah, khunsa adalah orang yang dalam tanda kutip berjenis kelamin dua, cewek atau cowok.

Hal itu ada penjelasan medisnya, seperti yang baru-baru ini terjadi pada anggota TNI dan pevoli Aprilio Manganang.

"Persoalannya adalah dia mau dijadikan cewek atau cowok itu harus dengan analisa medis," kata Gus Miftah memberi ulasan.

"Tentang anggota TNI yang terbaru itu, Aprilio Mangganang. Itu kan yang tadinya dikira cewek tapi ternyata setelah dianalisa medis melalui Pak Kasat waktu itu Bang Andhika (Perkasa), ternyata ini cowok gitu. Maka ini yang cewek ditutup yang cowok dipertahankan," kata Gus Miftah melanjutkan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar