Menkes Budi Gunadi Sadikin Sebut Air Kemasan Galon Polikarbonat Aman

Jumat 28 Jan 2022, 18:55 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan rencana booster. (foto: biro pers)

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan rencana booster. (foto: biro pers)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa air kemasan galon guna ulang aman untuk digunakan, baik oleh anak-anak dan ibu hamil.

Menurutnya, isu-isu seputar bahaya penggunaan air kemasan air guna ulang yang dihembuskan pihak-pihak tertentu adalah hoax.

Hal itu disampaikan Menkes saat ditanyakan apakah air kemasan galon guna ulang aman untuk dikonsumsi masyarakat terutama anak-anak dan ibu hamil seperti yang dihembuskan beberapa pihak.

“Aair kemasan galon guna ulang Aman. Itu (isu bahaya air kemasan galon guna ulang) hoax,” papar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Konfirmasi Menteri Kesehatan ini memperkuat pendapat pakar polimer, pakar kesehatan dan pengamat kebijakan yang menyatakan kemanan kemasan air berbahan polikarbonat (PC).

Beberapa pengamat media dan pengamat kebijakan publik dan juga Kementerian Perindustrian juga sudah mendorong BPOM untuk tidak mengeluarkan kebijakan diskriminatif terhadap salah satu kemasan pangan hanya karena kampanye negatif yang disebarkan oleh beberapa kelompok dan buzzer di media sosial.

Kampanye negatif ini diduga kuat bernuansa kepentingan bisnis dibelakangnya.

Isu bahaya penggunaan air kemasan galon guna ulang ini pertama kali dihembuskan oleh organisasi baru bernama Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) - organisasi wartawan yang muncul bersamaan dengan beredarnya air kemasan halon sekali pakai berbahan PET di pasaran di tahun 2020.

JPKL hanya mengusung isu tunggal yaitu kampanye anti penggunaan galon polikarbonat (PC).

Ketua JPKL Roso Daras berupaya membentuk opini ke masyarakat bahwa galon guna ulang itu mengandung BPA yang dapat mengganggu kesehatan seperti pertumbuhan hormonal sampai kanker di kemudian hari.

Dalam gerakannya, dia mencari dukungan dari beberapa LSM seperti Komnas Anak dan YLKI. 

Berita Terkait

News Update