Airlangga Hartarto Dianggap 'Underdog' di Pilpres 2024

Senin, 17 Januari 2022 20:13 WIB

Share
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada press briefing kebijakan Pemerintah terkait harga minyak goreng.(ekon.go.id)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada press briefing kebijakan Pemerintah terkait harga minyak goreng.(ekon.go.id)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada press briefing kebijakan Pemerintah terkait harga minyak goreng.(ekon.go.id)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada press briefing kebijakan Pemerintah terkait harga minyak goreng.(ekon.go.id)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada press briefing kebijakan Pemerintah terkait harga minyak goreng.(ekon.go.id)

Oleh: Tatang Suherman, Wartawan Poskota

SERINGKALI kita mendengar istilah kuda hitam.  Biasanya  istilah itu akrab kita dengar dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Selain kuda hitam, ada pula istilah underdog yang dikaitkan dalam sebuah kompetisi sepakbola. 

Dalam politik, kuda hitam atau underdog pernah disandang Jokowi ketika maju dalam "pertarungan" DKI 1 pada tahun 2012.

Lawannya, Fauzi Bowo, Gubernur Petahana yang diunggulkan.

Sementara Jokowi dianggap kuda hitam atau underdog.

Hasil dari Pilkada 2012 DKI itu menunjukkan bahwa calon underdog atau kuda hitam ini berhasil menang.

Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta.

Tiga tahun sebelum pesta demokrasi, pemilihan presiden RI yakni 2024 beberapa nama seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil paling banyak digadang-gadang bakal bersaing di 2024. 

Beberapa bulan terakhir, nama-nama itu selalu menguasai hasil survei. Bisa jadi karena mereka aktif di media sosial.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar