ADVERTISEMENT

Sagara Film Festival, Ajang Pembuktian Indonesia untuk Bersaing di Dunia Film

Minggu, 9 Januari 2022 16:39 WIB

Share
Puncak gelaran Sagara Film Festival yang diselenggarakan Partai Gelora Indonesia, disambut antusias generasi milenial. (Iist)
Puncak gelaran Sagara Film Festival yang diselenggarakan Partai Gelora Indonesia, disambut antusias generasi milenial. (Iist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Sagara Film Festival Indonesia, yang digelar Partai Gelora Indonesia mendapat sambutan antusias para kaum milienil atau generasi muda. Pada puncak kegiatannya pun, banyak karya-karya peserta dinilai mampu bersaing di pasar Internasional.

"Dan ternyata memang benar, konsep cerita yang disuguhkan pun banyak yang menarik," terang Wakil Ketua DPD Partai Gelora Jakarta Utara, Hamzah kata Hamzah, Minggu (9/1/2022). 

Politisi muda ini juga menjelaskan, bahwasanya industri film di tanah air memiliki potensi yang sangat besar. Terlebih dengan kemampuan yang ada, bukan tidak mungkin, kedepan industri perfilman Indonesia bisa menjangkau pasar internasional. 

"Dengan repetisi, kemauan, dan keyakinan, industri perfilman sebagai ekonomi kreatif bangsa bisa memiliki potensi yang besar sebagai salah satu jalan untuk membuktikan ke dunia kalau Indonesia dapat bersaing dalam dunia perfilman," tegas dia. 

Sementara itu, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta yang juga menghadiri acara tersebut menuturkan, melalui Sagara Film Festival ini pihaknya ingin menciptakan ekosistem industri film Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. 

Pasalnya, saat ini kata dia, ekonomi kreatif khususnya industri film masih memiliki kontribusi cukup rendah untuk Pendapatan Domestik Bruto (PDB) jika dibandingkan industri lainnya seperti kuliner dan fashion. 

"Kita mulai dengan sebuah langkah kecil membuat festival film pendek seperti ini mudah-mudahan menjadi awal dari sebuah kebudayaan besar yang akan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan budaya di mata dunia," kata Anis Matta 

Di tempat yang sama, Ketua Bidang Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Partai Gelora, Deddy Mizwar menyebutkan, film memiliki daya pikat tersendiri untuk khalayak luas dan dapat memberi pengaruh kepada yang menyaksikan. 

Ia mengibaratkan alur film layaknya 'sihir' yang bisa memberi reaksi luar biasa kepada penontonya ketika film itu tengah diputarkan. 

"Amerika kalah perang di Vietnam bikin film Rambo lalu bisa menang di Vetnam dan kita percaga fakta pun bisa diubah. Film adalah sihir dalam tanda petik, satu detik menggerakan 24 frame tapi kita orang waras bisa menangis, tertawa lewat sebuah film," pungkasnya. 

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT