Elkan Baggot Klarifikasi Larangan Dirinya Main di Final Leg Kedua Piala AFF 2020

Minggu 02 Jan 2022, 08:18 WIB
Elkan Baggot klarifikasi sanksi penerapan bubble di Singapura. (foto: tangkapan layar IG Elkan Baggot)

Elkan Baggot klarifikasi sanksi penerapan bubble di Singapura. (foto: tangkapan layar IG Elkan Baggot)

SINGAPURA, POSKOTA.CO.ID - Elkan Baggott mengklarifikasi soal larangan dirinya bersama tiga pemain Timnas Indonesia lainnya dilarang main pada leg kedua Final Piala AFF 2020.

Dalam pengakuannya, Baggott tidak mengetahui dirinya terkena sanksi karena melanggar batas aturan bubble Covid-19 di Singapura.

Baggott mengaku bersama Victor Igbonefo, Rizky Ridho, dan Rizky Dwi pergi ke sebuah mini market Seven Eleven untuk membeli kebutuhan. Mereka pergi berdasarkan informasi dari panitia penyelenggara yang membolehkan pergi untuk mencari angin segar dan kebutuhan selama menjalani masa istirahat.

Klarfikasi itu dipublikasikan pada akun Instagram Story miliknya pada Sabtu (1/1/2022).

“Saya ingin menjelaskan sesuatu untuk para penggemar. Kami tidak tahu bahwa kami melanggar aturan sama sekali. Pejabat kami sendiri berkata kepada kami dan saya mengutip 'Anda diperbolehkan keluar dari hotel untuk berjalan-jalan mencari udara segar dan membeli kebutuhan pokok dari toko 7/11 (Seven Eleven)',” tulis Instastory Elkan Baggot.

Baggott menyayangkan informasi yang beredar menyalahkan dirinya dengan Victor Igbonefo, Rizky Ridho, dan Rizky Dwi.

“Oleh karena itu kami diperbolehkan untuk meninggalkan hotel itulah sebabnya kami berasumsi bahwa kami tidak melanggar aturan 'bubble'. Jadi cara yang disajikan di media seolah-olah kami bersalah, padahal tidak demikian. Tapi saya sangat bangga dari apa yang telah dicapai tim turnamen ini, masa depan cerah,” ungkap Elkan.

Sementara itu PSSI menyayangkan keputusan pemerintah Singapura memberikan sanksi yang melarang keempat pemain Indonesia pada laga leg kedua final Piala AFF Suzuki 2020 melawan Thailand.

Atas pelanggaran itu PSSI telah membayar denda untuk empat pemain tersebut. Tetapi PSSI mempertanyakan kepada pemerintah Singapura secara mendadak mengirimkan email mengenai larangan empat pemain Indonesia berlaga pada final yang bergulir di National Singapore Stadium, Sabtu (1/1/2022).

 

Elkan Baggot klarifikasi sanksi peneran bubble di Singapura (foto tangkapan layar IG Elkan Baggot)

Keputusan yang mendadak itu membingungkan karena baru diberikan Jumat malam satu hari sebelum pertandingan berlangsung. Padahal pelanggaran itu terjadi pada 15 Desember 2021 lalu.

Sementara dua pemain yang melanggar bubble sempat berlaga pada partai leg pertama final, 29 Desember lalu. Dua pemain adalah Elkan Baggot dan Rizky Ridho yang masuk ke pertandingan pada babak kedua.

Dalam pertandingan leg pertama itu Timnas Indonesia harus tumbang melawan Thailand dengam skor 4-0.

Komposisi pemain Timnas Indonesia, dengan paling banyak susunan pemain U-23, tampaknya menghadapi leg pertama final Piala AFF 2020 ini dengan tekanan psikologis tertentu.

Ditambah dengan gol cepat dari Chanathip Songkrasin di menit ke-2 ke gawang Nadeo Agrawinata membuat koordinasi skuad Garuda ‘ambyar’, tidak seperti yang terlihat pada penyisihan grup hingga dua semifinal sebelumnya.

Pelatih Timnas Indonesia mengaku pengalaman tim Thailand lebih unggul dibandingkan Timnas Indonesia. 

“Jujur saya tidak menyangka akan banyak kemasukan gol dan akhirnya skor beda jauh. Memang kami merasakan pengalaman pemain yang sangat-sangat dibutuhkan. Untuk kedepannya yang penting pemulihan fisik pemain dan tidak akan terlalu memikirkan skor leg pertama ini,” ungkap Shin Tae-yong saat setelah laga leg pertama final.

Sementara itu di partai leg kedua final Piala AFF mampu menunjukkan kegigihan para pemainnya untuk mengejar ketertinggalan 4 gol tersebut.

Namun, timnas Thailand mampu bermain imbang melawan Timnas Indonesia. Skor akhir leg kedua itu berakhir imbang dengan skor 2-2.

Atas torehan tersebut skor agregat menjadi 6-2 dan Thailand berhasil meraih gelar ke-6 sebagai juara Piala AFF. (winanto)

Berita Terkait

News Update