Download E-Paper

Saluran Air di Jalan Lorong 103 Koja Disulap jadi Tempat Budidaya Ikan, Padahal Mulanya Keruh dan Penuh Sampah

Selasa, 23 Februari 2021 - 15:20
Saluran air di Jalan Lorong 103, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara disulap menjadi tempat untuk memelihara ikan. (Yono)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Warga RT 009/RW 002 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara menyulap saluran air di Jalan Lorong 103, yang dulunya keruh dan banyak sampah menjadi tempat untuk memelihara ikan.

Bermacam jenis ikan dalam jumlah banyak, mulai dari ikan nila, mujair, koi hingga ikan hias lainnya dipelihara di dalam saluran air dengan panjang sekitar 100 meter dan kedalaman sekitar 30 sentimeter .

Ketua RT 009/RW 002 Kelurahan Koja Ismet mengatakan ikan yang dipelihara di saluran air tersebut bermula dari lomba 17 Agustus pada tahun 2019 lalu.

Baca juga: Budidaya Ikan Cupang dan Lobster Masuk Anggaran Musrembang 2021 Kelurahan Cilodong

Ketika itu pengurus RT setempat mengadakan lomba mancing ikan lele di lokasi. Namun siapa sangka lomba itu mendapat sambutan positif sehingga tempat tersebut dilanjutkan jadi tempat budidaya ikan.

“Selesai lomba kita lanjutin, kita budidaya ikan nila mujair, gurame, sampe ikan koi pun juga kita taro,” ucap Ismet, Selasa (23/2/2021).

Ismet menambahkan kehadiran saluran yang menjadi tempat budidaya ikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi.

“Jadi yang lewat sini pasti pada ngeliatin. Anak-anak juga kalau sore pada rame di sini, sekalian bawa makanan buat ikan,” sambungnya.

Baca juga: Pokdakan Sedulur Barokah Bantu Ekonomi Warga melalui Budidaya Ikan Lele

Sementara itu warga setempat, Fauzi (39) mengatakan kehadiran ikan di saluran air warga menjadi upaya untuk menjaga kondisi lingkunhan supaya tetap terjaga kebersihannya. “Awalnya untuk menjaga lingkungan aja, supaya bersih,” ujar Fauzi.

Pasalnya kondisi saluran air di lokasi itu awalnya tidak seperti sekarang yang bersih tanpa ada sampah. Namun kondisi tersebut kini berubah total usai jadi tempat budidaya ikan.

“Awalnya gotnya kurang bagus, jadi sengaja kita taruh ikan supaya orang segan buang sampah sembarangan karena ada ikannya,” ungkapnya. (yono/tha)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->