Download E-Paper

Pandeglang Berpotensi Penyumbang Bawang Putih Nasional

Selasa, 23 Februari 2021 - 19:51
Bupati Irna Narulita mengikuti acara penanaman bawang putih di Kampung Kaduengang, Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari. (Ist)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Menyusul Peraturan Menteri Pertanian 38/2017 jo Permentan 24/2018 tentang Surat Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), yang mewajiban importir untuk menanam bawang putih, salah satu importir PT Alfin menjalin kerja sama dengan Pemkab Pandeglang untuk menanam bawang putih di lahan seluas 4 hektar di Kampung Kaduengang, Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari.

Melihat potensi yang besar, Bupati Pandeglang, Irna Narulita meyakini di Pandeglang bisa menanam bawang putih lebih dari 4 hektare bahkan hingga 22 hektare.

"Kami siap menjadi sentra bawang putih dan menjadi kontributor bagi nasional," kata Bupati Irna Narulita usai acara penanaman bawang putih, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Kemendag Jamin Stok Bawang Putih Hingga Maret 2020

Di empat hektare yang saat ini ditanam bawang putih, Bupati Irna meminta perawatannya maksimal agar hasil yang dicapai melebihi target.

"Hari ini kita diberi kesempatan untuk pengembangan bawang putih, jangan sia-siakan kesempatan yang baik ini," katanya.

"Saya yakin hasilnya lebih dari 6 ton, jika dirawat dengan baik. Dampingi petani kami oleh tenaga ahli yang dibawa oleh importir dan para penyuluh," sambungnya.

Baca juga: Hadiri KTD, Bupati Irna Harapkan GMNI di Pandeglang Dapat Cetak Generasi Inovatif

Irna melanjutkan, bawang putih ini merupakan komoditas yang sangat strategis, dan selama ini ketergantungan dari luar negeri. "Kalau kita bisa kenapa tidak dicoba,  jika ada peluang pasar jangan kasih kesempatan orang lain manfaatkan daerah kita," ujarnya.

"Mari satukan tekad tujuan, Pandeglang harus jadi penghasil bawang putih. Saya tidak bosan memotivasi, kalau demplot ini hasilnya bagus, tentu investor akan datang ke Pandeglang," imbuhnya.

Terpisah, Direktur PT Alfin Umar Jahidin mengatakan, dari 180 Kabupaten/ Kota di Indonesia, salah satunya Pandeglang yang akan ditanami bawang putih.

"Pemerintah mewajibkan kami importir untuk menanam bawang putih 5% dari jumlah impor PT Alvin 7.500 ton," katanya.

Baca juga: Sidak ke Wisma PKPRI, Sekda Pandeglang Cek Kesiapan Petugas Tangani Pasien Corona

Umar menambahkan, 5% dari 7.500 ton, dirinya akan menanam bawang putih dilahan seluas 62 hektare. Kata dia, 40 hektarenya sudah dilakukan di Jawa. "Di sini kami akan tanam 4 hektare dulu yang dibuat demplot, jika hasilnya bagus tentu kami akan naikan menjadi 10 hektar," ujarnya.

Menurut umar, cara penanaman bawang putih tidak jauh berbeda dengan bawang merah, hanya saja, kata Umar, bawang putih agak sedikit lama. "Saya punya pengalaman di bawang merah, nanti akan dipanen empat bulan kedepan, dan diperkirakan satu hektar mencapai 6 ton bahkan jika perawatannya bagus bisa lebih," sambung umar.

Kepala Dinas Pertanian, Budi S Januardi mengatakan, sesuai Memorandum Off Understanding (MOU), hasil panen sesuai kesepakatan akan dibagi 80% untuk petani dan 20% untuk pihak perusahaan. 

"Penjualan milik petani diserahkan ke petani atau bisa jual sendiri. Tetapi jika mendapat kesulitan dalam pemasaran, pihak PT akan menampung hasil panen keseluruhan," ungkap Budi. (yusuf permana/kontributor/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->