Monohok! Rizal Ramli Ungkapkan Pemerintah Lebih Pro Terhadap Oligarki dan Tidak Ada Upaya Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 30 Desember 2021 11:43 WIB

Share
Secara gamblang Rizal Ramli ungkapkan pemerintah lebih pro terhadap oligarki dan tidak ada upaya menjaga stabilitas harga pangan. (Foto/rizal)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Secara gamblang Rizal Ramli ungkapkan pemerintah lebih pro terhadap oligarki dan tidak ada upaya menjaga stabilitas harga pangan.

"Hari ini tidak ada tuh saya lihat niat pemerintah (menstabilkan harga). Eggak ada tuh sikapnya mau ngapain dan sebagainya, malah sibuk kampanye pakai media berbayar kampanye pakai kostum. Padahal ibu-ibu dan keluarga-keluarga yang terimbas pandemi Covid-19 hingga kini tak memiliki kerjaan sudah mengeluh semua," kata Rizal Ramli, Kamis (30/12/2021). 

Ekonom senior Rizal Ramli yang akrab di sapa RR ini memandang ekonomi pada 2022 akan ada sedikit perbaikan dibanding tahun 2021.

Tetapi penerimaan pajak yang diklaim faktanya meroket, bertolak belakang dengan fakta yang dia dapat. 

Penerimaan pajak saat ini sudah anjlok jika dilihat dari tax ratio yang hanya 7,8 persen atau menurutnya paling buruk.

Tapi di sisi yang lain, pemerintah justru menaikkan pajak rakyat kecil untuk menopang keuangan negara bukan malah menekan pengemplang pajak. 

Sebelumnya, juga Rizal Ramli memprediksi ekonomi nasional pada tahun depan masih akan mengalami kesulitan.

Dia bahkan memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia bisa lebih buruk dari krisis moneter yang terjadi pada 1998. 

"Makin lama ekonomi makin terjerumus. Jokowi go down bersama dengan kinerja Sri Mulyani dalam kinerja keuangan," tegas Rizal Ramli. 

Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini menilai hal itu terjadi lantaran linerja ekonomi Indonesia sepanjang 2020 jauh dari kata berhasil.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler