Tega Banget! Hanya Tidak Dipinjamkan Uang, Pengusaha Mebel di Tangerang Dibalok Karyawannya Sendiri hingga Tewas  

Selasa, 21 Desember 2021 13:24 WIB

Share
Polres Metro Tangerang menunjukan sejumlah barang bukti kasus penganiaayan hingga mengakibatkan pengusaha mebel tewas (foto: poskota/ muhammad Iqbal)
Polres Metro Tangerang menunjukan sejumlah barang bukti kasus penganiaayan hingga mengakibatkan pengusaha mebel tewas (foto: poskota/ muhammad Iqbal)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID – Hanya karena tidak dipinjamkan uang, AR (35) tega menghabisi nyawa majikannya sendiri, AS (61). Ada pun pelaku bekerja sebagai karyawan di toko mebel yang ada di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. 

Kasus yang bergulir akibat sakit hati ini terjadi menimpa AS (61) yang merupakan bos mebel. Saat itu AS tengah bersantai pada 10 Desember 2021 lalu di toko mebel yang juga merupakan tempat dia tinggal. 

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Deonijiu De Fatima menerangkan, pada saat mendapat kekerasan tersebut korban langsung meninggal dunia. 

"Pembunuhan terjadi di wilayah Polsek Teluknaga, jadi peristiwa ini peristiwa kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Berawal dari seorang pengusaha mebel,toko mebel, di mana memiliki satu karyawan tetap dan satu karyawan lepas," terangnya, Selasa (21/12/2021). 

Menurut Kapolres, kejadian ini bermula saat korban mendapat tidakan tidak menyenangkan dari korban. 

"Peristiwa ini di dahului dengan pelaku mendapat perlakuan dari majikannya atau korban, dengan kata kata yang mengakibatkan pelaku sakit hati," terangnya. 

Selang beberapa waktu, lanjutnya, korban berjalan dari rumah menuju ke toko mebel tersebut. Saat itu korban tengah berisitirahat dan menonton tv. 

"Setelah korban sampai ke toko kemudian masuk ke ruangan sedang menonton tv kemudian pelaku menyusul, karena sakit hati menyusul dengan rencana pelaku membawa sebuah balok," terangnya. 

Pelaku, kata Kapolres, yang sudah merencanakan perbuatannya kemudian menghampiri korban dan langsung melakukan penganiayaan dengan sebuah balok. Meskipun sempat melawan, korban juga tidak berdaya. 

"Korban sedang menonton tv sehingga pelaku dengan kesempatan peluang untuk melakukan penganiayaan, mengayunkan balok tersebut ke tubuh, ke kepala korban," jelasnya. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar