Buntut Kecelakaan Bus Transjakarta, PT Transjakarta Berhentikan Sementara 2 Operator: Kita Sedang Melakukan Perbaikan SOP

Minggu, 5 Desember 2021 11:26 WIB

Share
Direktur Utama PT Transjakarta, M. Yana Aditya (Tengah) dalam konferensi pers yang digelar di kantor PT Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (4/12/2021). (Foto/Poskota.co.id/cr02)
Direktur Utama PT Transjakarta, M. Yana Aditya (Tengah) dalam konferensi pers yang digelar di kantor PT Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (4/12/2021). (Foto/Poskota.co.id/cr02)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Transjakarta memutuskan dua operator bus yang armadanya terlibat kecelakaan, untuk sementara waktu berhenti beroperasi.

Dua operator itu, yakni Steady Safe dan Mayasari Bakti. Satu bus Transjakarta bernomor lambung SAF025 dari operator Steady Safe menabrak Pos Lantas PGC Cililitan pada Kamis (2/12/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Kejadian tersebut membuat satu petugas patroli Transjakarta bernama Pipit Sumaryanto (42) mengalami luka berat dan mesti mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sementara satu bus Transjakarta bernomor lambung MYS17609 dari operator Mayasari Bakti menabrak pembatas jalan di depan Ratu Plaza, Jakarta Pusat, pada Jumat (3/12/2021) sekira pukul 12.00 WIB.

Direktur Utama PT Transjakarta, M. Yana Aditya menyampaikan selama pemberhentian sementara, pihak dari kedua operator tersebut melakukan pemeriksaan pada semua teknis kendaraan armada busnya masing-masing.

"Selama pemberhentian apa yang harus operator lakukan? Baik Steady Safe maupun Mayasari kita melakukan pengecekan seluruh armada mulai dari steering (sistem kemudi), engine transmission (sistem transmisi), dan semua teknis kendaraan," ungkap Yana di kantor PT Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (4/12/2021).

Adapun jumlah Bus Transjakarta dari operator Steady Safe yakni 119 kendaraan. Sedangkan operator Mayasari Bakti berjumlah 110 kendaraan.

Kemudian, pihaknya meminta kepada kedua operator untuk memeriksa kondisi fisik dan mental pengemudinya.

Sementara itu, kata Yana, pihaknya kini juga sedang melakukan perbaikan standar operasional prosedur (SOP) bagi pengemudi bus.

Salah satu yang dipersoalkan Yana, yakni soal penempatan barang pribadi di kabin bus.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar