Bamsoet; Bukan Presiden Joko Widodo yang Menentukan Sirkuit Formula E Jakarta Tapi IMI, FEO dan Jakpro

Jumat, 26 November 2021 11:44 WIB

Share
Bamsoet, bukan Presiden Joko Widodo yang menentukan sirkuit Formula E, tapi IMI, FEO dan Jakpro. (Foto/muhamad ichsan)
Bamsoet, bukan Presiden Joko Widodo yang menentukan sirkuit Formula E, tapi IMI, FEO dan Jakpro. (Foto/muhamad ichsan)

Pembangunannya tidak boleh mengganggu struktur yang sudah ada. Misalnya mengubah atau memindahkan bangunan yang sudah ada. Apalagi sampai memotong pepohonan dan merusak lingkungan.

"Karenanya membutuhkan keahlian khusus yang kompleks. IMI sangat berperan disana, memastikan lokasi sirkuit yang dipilih akan dikembangkan lebih lanjut agar sesuai dengan standar FEO dan juga standar Fédération Internationale de l'Automobile/FIA," terang Bamsoet.

Sesuai regulasi FIA, lebar trek Formula E maksimal 12 meter. Namun ada juga beberapa trek yang memiliki lebar lintasan hanya 8 meter atau kurang.

Panjang lintasan sirkuit minimal 2 sampai 3 km, mengingat Formula E biasanya menempuh jarak 80 sampai 90 km.

 

Lihat juga video “Peras Anggota Polisi Rp250 Juta, Ketua Tamperak Kepas Penagean Pangaribuan Diciduk Polisi”. (youtube/poskota tv)

"Panjang pit lane minimal 200 meter untuk minimal 15 paddock dengan lebar satu paddock sekitar 15 meter. Selain itu, lokasi area untuk pengisian baterai kendaraan, hospitality, pusat medis (medical centre), dan lain-lainnya juga harus dibuat sesuai standar FIA,” papar Bamsoet.

“Setelah IMI menentukan lokasi terbaik untuk sirkuit, IMI juga akan mengirimkan sumber daya manusianya untuk membantu JakPro menyiapkan pembangunan sirkuit dan sarana pendukungnya sesuai dengan standar FIA," pungkasnya. (muhamad ichsan)

 

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar