ADVERTISEMENT

JPO Gelanggang Remaja Jaktim Belum Bisa Digunakan Pasca Tertimpa Pohon Tumbang

Kamis, 11 November 2021 17:08 WIB

Share
Kondisi JPO Halte Transjakarta Gelanggang Remaja, Bidara Cina, Jakarta Timur ketika tertimpa pohon besar pada Selasa (11/11/2021). (foto: poskota/ cr02)
Kondisi JPO Halte Transjakarta Gelanggang Remaja, Bidara Cina, Jakarta Timur ketika tertimpa pohon besar pada Selasa (11/11/2021). (foto: poskota/ cr02)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Jembatan Penyeberangan orang (JPO) Halte Transjakarta Gelanggang Remaja yang berlokasi di Jalan Otista Iskandar Dinata (Otista), Bidara Cina, Jakarta Timur belum dapat digunakan.

Sekretaris Camat Jatinegara Sapto Tjahyadi menyampaikan pejalan kaki dari arah Cawang menuju Kampung Melayu belum bisa menggunakan JPO sebab jembatan masih dalam kondisi rusak.

Kerusakan jembatan akibat tertimpa pohon beringin berdiameter sekira lima meter dan tinggi 10 meter yang bercokol di BRI Kantor Inspeksi Jakarta, tumbang pada Selasa (9/11/2021l.

"Belum bisa digunakan, JPO-nya rusak," kata Sapto kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Hingga siang ini, akses masuk pejalan kaki ke JPO Gelanggang Remaja masih dipasangi tali yang menandakan tak bisa digunakan untuk sementara waktu.

Pada bagian atas JPO, sejumlah petugas dari Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Timur pun masih melakukan penanganan terhadap JPO yang kini tampak tak memiliki atap karena tertimpa pohon besar.

Seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi  bernama Rizal (34) mengungkapkan akses JPO Halte Transjakarta Gelanggang Remaja yang bisa digunakan pejalan kaki hanya dari arah Kampung Melayu ke Cawang.

"Kalau yang arah seberang (depan GOR Otista) itu masih bisa dilewati. Orang masih bisa naik Transjakarta dari arah sana. Tapi yang arah sini (Cawang ke Kampung Melayu) enggak bisa," ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan, Lurah Bidara Cina, Yudi Hartono menyampaikan ada dua pohon tua besar yang tumbang pada kejadian itu. Pohon tumbang sekira pukul 09.15 WIB.

"Jadi yang tumbang ada dua pohon, pohon yang pertama yang paling tinggi saya gak tahu namanya, dan pohon beringin. Kayaknya pohon yang paling tinggi ini patah terlebih dahulu terus menimpa cabang pohon beringin. Pohon beringin ini terlalu berat bebannya ikut rubuh juga rantingnya," jelasnya.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT