Ariza Bandingkan Penanganan Banjir dan Macet Kini dengan Era Bang Yos hingga Djarot, Lebih Baik?

Selasa, 2 November 2021 11:29 WIB

Share
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria . (poskota/ deny)
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria . (poskota/ deny)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID  - Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria, menyebut ada peningkatan progres terhadap pengendalian banjir dan kemacetan di Ibukota. Ia mengatakan, peningkatan terjadi secara signifikan.

"Dalam satu priode ini teman-teman ada progres yang baik yang signifikan terkait pengendalian banjir, penanganan kemacetan di Jakarta, udara bersih, air bersih dan sebagainya," ujarnya, Senin (1/11/2021) malam. 

Ariza mejelaskan, bahwa Jakarta merupakan kota yang datarannya rendah. Sementara sumber potensi banjir yang datang ada tiga. Pertama, banjir rob dari Utara. Kedua, kiriman dari wilayah Barat. Ketiga, banjir dari hujan lokal. 

Dari tiga sumber potensi banjir di Jakarta, Ariza memaparkan sejumlah program dalam pengendalian banjir di Ibu Kota. 

"Diantaranya adalah membuat tanggul, kerja sama dengan pemerintah pusat. Kedua mengatasi banjir kiriman itu pemerintah pusat membuat waduk di Cimahi dan Ciawi. Dalam proses mudah-mudahan akhir tahun ini selesai," kata Ariza. 

"Ketiga menghadapi banjir dari hujan lokal itu kita meningkatkan daya tampung air dengan cara melakukan program-program pengerukan situ, waduk, embung dan lain-lain, memperluas waduk," ujar Ariza lebih lanjut. 

Selain itu, Pemprov DKI juga terus melakukan upaya seperti ada program gerebek lumpur, dan membuat sumur resapan.

Diungkapkan, bahwa mengatasi persolan banjir tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. Menurutnya, persoalan banjir ini tidak bisa selesai dalam satu-dua periode kepemimpinan. Ariza berujar dalam menangani persoalan banjir ini perlu waktu.  

"Jadi dari gubernur sebelumnya, dari sebelum zaman Bang Yos, Bang Foke, Jokowi, Ahok, Pak Jarot, sekarang Pak Anies ya semua terus nanti siapapun berikutnya punya program pencegahan, penanganan, pengendalian banjir," pungkasnya. (deny)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar