Harga PCR Rp300 Ribu, DPR: Masih terlalu Mahal, India Saja Bisa Mematok Harga Dibawah Rp100 Ribu

Rabu, 27 Oktober 2021 09:13 WIB

Share
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher, saat meninjau kegiatan PCR.(Ist)
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher, saat meninjau kegiatan PCR.(Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Meski sudah turun dengan  harga PCR  Rp300 ribu, namun  masih mahal. Sebab, harga Rp300 ribu itu masih tinggi dan memberatkan. 

Dimana kondisi keuangan masyarakat masih merosot tajam. Tak layak rasanya harga PCR masih Rp500 ribu.

"Jika tidak ada kepentingan bisnis,  harusnya  bisa lebih murah lagi. India  mematok harga dibawah  Rp100 ribu,  kenapa kita tidak bisa?" tegas Anggota Komisi IX DPR  Netty Prasetiyani Aher, Rabu  (27/10/2021). 

Mengingat  ada wacana PCR akan diwajibkan untuk seluruh moda transportasi. "Kalau kebijakan ini diterapkan, maka tes Covid-19 lainnya, seperti, swab antigen tidak berlaku. Artinya semua  penumpang transportasi non-udara yang notabene-nya dari kalangan menengah ke bawah wajib menggunakan PCR. Ini namanya membebani rakyat," ungkap Netty. 

Netty juga menyoroti soal mekanisme pelaksanaan PCR sebagai screening method. "PCR adalah metode screening. Seharusnya  dalam masa menunggu hasil tes PCR keluar, seorang harus karantina.  Banyak kasus justru orang bebas  berkeliaran dalam masa tunggu tersebut," kritik Netty.

Dalam kondisi itu, kata Netty, ada peluang yang bersangkutan  terpapar virus. "Jadi saat tes keluar dengan hasil negatif, padahal dia telah terinfeksi atau positif Covid-19," ucapnya.

Netty mengingatkan pemerintah tentang keterbatasan  kemampuan  lab dalam melakukan  uji PCR dan kemungkinan  pemalsuan surat PCR.  "Jika pemerintah mewajibkan PCR, seharusnya perhatikan ketersediaan dan kesiapan lab di lapangan. Jangan sampai masyarakat lagi yang dirugikan. Misalnya,  hasilnya tidak bisa keluar 1X24 jam. Belum lagi soal adanya pemalsuan surat PCR yang diperjualbelikan atau diakali karena situasi terdesak," ujar Netty. 

Netty mendorong  pemerintah  agar  menjelaskan harga dasar  PCR secara transparan. Kejadian ini membuat masyarakat bertanya-tanya, berapa sebenarnya harga dasar PCR? Pada awalnya test PCR sempat di atas Rp1 juta, lalu turun hingga Rp300 ribu. 

"Apalagi pemerintah tidak menjelaskan  mekanisme  penurunannya,  apakah ada subsidi dari pemerintah atau bagaimana?" katanya. 

Netty berharap, pandemi Covid-19 ini tidak menjadi ruang bagi pihak-pihak yang memanfaatkannya demi kepentingan bisnis. Pemerintah harus punya sikap yang tegas bahwa seluruh kebijakan penanganan murni demi keselamatan rakya. 

Halaman
Reporter: Rizal Siregar
Editor: Tri Haryanti
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar