ADVERTISEMENT

BPOM Turun Tangan Uji Sampel Nasi Kotak PSI yang Sebabkan Warga Koja Keracunan Massal

Rabu, 27 Oktober 2021 12:27 WIB

Share
Warga RW 06, Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara saat menunjukan kotak nasi yang diberikan oleh petugas Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (yono)
Warga RW 06, Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara saat menunjukan kotak nasi yang diberikan oleh petugas Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (yono)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan uji sampel nasi kotak dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebabkan warga RW06 Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara mengalami keracunan massal.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati mengatakan, uji sampel nasi kotak tersebut dilakukan BPOM pada hari Selasa (26/10/2021) dengan melibatkan pihak berwenang lainnya.

"BPOM kemaren turun ke lapangan, iya dilibatkan yang berwenang lah nggak dari kita aja," ujar Yudi, Rabu (27/10/2021).

Kendati demikian, Yudi tak mengetahui pasti kapan BPOM mengeluarkan hasil uji sampel nasi kotak dengan lauk sayur buncis, telur balado dan tempe orek tersebut.

"Jadi nanti kalau BPOM sudah keluar hasilnya apa pasti nanti akan disampaikan langsung," jelasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 23 warga RW 06 Kelurahan Koja, mengalami keracunan seusai menyantap nasi kotak yang dibagikan petugas dari PSI pada Minggu (24/10/2021) sore.

"Yang keracunan 23 orang. Alhamdulillah sudah teratasi di IGD Rumah Sakit Koja," ungkap Ketua RW 06 Suratman saat ditemui di depan Pos RW 06, Senin (25/10/2021).

Dikatakannya, 23 orang yang dilakukan pemeriksaan di RSUD Koja, 5 diantaranya harus menjalani rawat inap.

Dijelaskannya, pihak PSI tidak berkoordinasi dengan pihak RW 06, sebelum membagikan nasi kotak ke warga.

"Pemberian ini nggak ada koordinasi dengan kita. Kabarnya dari PSI ya. Saya tahu tapi saya ya udahlah ini musibah, saya juga nggak terlalu banyak mau gimana," pungkasnya. (yono)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT