Harapan Baru Buat Kaum Buruh, Puan Dukung Kenaikan Upah Minimum 2020 Demi Pemulihan Ekonomi

Senin, 25 Oktober 2021 17:21 WIB

Share
Puan Maharani saat berdilaog dengan masyarakat. (ist)
Puan Maharani saat berdilaog dengan masyarakat. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Upah minimum tahun 2020 rencananya akan direalisasikan secara optimal demi pemulihan kesejahteraan rakyat, khususnya kaum buruh terdampak Covid-19.

Terlebih pada tahun 2021 tak ada sekalipun kenaikan upah minimum akibat menurunnya perekonomian nasional.

"Kami mendorong agar kenaikan upah minimum 2022 dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang banyak terdampak akibat pandemi Covid-19. Kenaikan upah minimum harus bisa memenuhi kebutuhan rakyat," kata Ketua DPR Puan Maharani, Senin (25/10/2021).

Ia meminta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) agar mempertimbangkan harapan buruh berdasarkan survei peningkatan harga-harga komoditas di berbagai pasar tradisional.

"Kenaikan upah bisa kembali membangkitkan daya beli buruh. Kita berharap kesejahteraan buruh bisa bertambah, karena tidak sedikit dari kawan-kawan buruh yang mengalami pengurangan upah, bahkan pemutusan hubungan kerja akibat pandemi Covid-19," paparnya.

Puan mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja yang memberi sinyal akan ada kenaikan upah minimum, meski besaran peningkatannya masih dalam proses penghitungan.

"Harus bisa dipahami, kenaikan upah minimum tidak dapat memenuhi ekspektasi semua pihak. Namun saya berharap ada jalan tengah agar besaran kenaikan upah minimum dapat mengakomodir kebutuhan buruh, sekaligus sesuai dengan kemampuan perusahaan dan kondisi perekonomian nasional," ungkap Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengingatkan agar Kemenaker terus menyosialisasikan rencana kenaikan upah minimum ini. Puan menilai, pendekatan humanis kepada kelompok buruh harus dikedepankan.

"Libatkan kelompok buruh dalam pembahasan rencana kenaikan upah minimum. Sementara bagi pihak buruh, saya berharap bisa menerima apabila kenaikan upah minimum tahun ini tidak sesuai ekspetasi," sebutnya.

"Kita ketahui, saat ini masih dalam masa pemulihan dari dampak Covid-19. Adanya rencana kenaikan upah minimum tahun ini juga tentunya lebih baik dibandingkan dengan tahun 2021 yang tidak ada kenaikan," ujarnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar