ADVERTISEMENT

Nama Kemal Ataturk Akan Dijadikan Jalan di Jakarta, PKS Minta Dikaji Ulang, Lebih Baik Nama Muhammad Al Fatih

Senin, 18 Oktober 2021 20:51 WIB

Share
Politisi PKS Andi Akmal Pasluddin. (foto: rizal)
Politisi PKS Andi Akmal Pasluddin. (foto: rizal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Politisi  PKS  Andi Akmal Pasluddin mengatakan, adanya rencana pemberian nama jalan di Menteng, Jakarta, dengan nama tokoh sekuler sekaligus pendiri Turki, Mustafa Kemal Ataturk, dikaji ulang agar jangan tidak menimbulkan polemik.

"Pemberian nama jalan di Jakarta jangan jadi polemik yang membuat keributan kembali. Untuk pemerintah harus berhati-hati memberikan nama pahlawan Turki di Jakarta," kata Anggota Komisi IV DPR ini saat dihubungi, Senin (18/10/2021) malam.

Akmal mengingatkan, jangan gara-gara sepele, yakni sioal penama jalan di Jakarta ada lagi kegaduhan baru.

"Semestinya, kedua belah pihak sama-sama duduk bersama untuk membahasnya. Jangan ada yang tersakiti," katanya.

"Saya nilai nama Sultan Selim atau Muhammad Al Fatih lebih netral. Usulan MUI itu layak untuk dipertimbangkan," katanya.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menganjurkan agar usulan nama Mustafa Kemal Ataturk untuk dijadikan nama jalan di Jakarta dikaji ulang. Ia meminta pemerintah Turki menuru Maroko.

"Boleh saja memberikan nama jalan Soekarno di Ankara, tetapi berlakulah seperti Maroko. Di sana, ada jalan Soekarno tanpa minta nama jalan raja Maroko di Jakarta," kata Hidayat dalam cicitannya @hnurwahid.    

Sosok Mustafa Kemal Atatürk atau Gazi Mustafa Kemal Pasha dikenal sebagai  Bapak Turki modern yang juga presiden pertama negara itu.

Sosoknya ramai jadi perbincangan publik Indonesia karena berpotensi jadi nama jalan di Jakarta hasil kerja sama kedua pemerintah.

Hasil kerja sama itu salah satunya memberikan nama jalan di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara dengan nama Bapak Proklamasi RI, Soekarno atau Sukarno.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT