MUI soal Wacana Ibadah Umrah Kembali Dibuka dengan Syarat Karantina: Membuang-buang Waktu

Minggu, 10 Oktober 2021 11:57 WIB

Share
KH Abdullah Jaidi mengomentari soal wacana umrah untuk Jemaah Indonesia yang kembali dibuka. (dok. MUI)
KH Abdullah Jaidi mengomentari soal wacana umrah untuk Jemaah Indonesia yang kembali dibuka. (dok. MUI)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Arab Saudi akan membuka penyelenggaraan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia. Wacana itu menyusul perkembangan Covid-19 yang semakin terkendali di Tanah Air.

Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI KH Abdullah Jaidi menilai banyak membuang waktu jika pelaksanaan ibadah umrah  masih menerapkan sistem karantina.

"Dalam pengumuman Pemerintah Arab Saudi tetap mensyaratkan karantina 5 hari di Jeddah sebelum masuk Kota Mekkah," terang Abdullah Jaidi yang dihubungi di Jakarta, Minggu (10/10/2021).

Abdullah Jaidi yang juga ketua Dewan Syura Al-Irsyad Al-Islamiyyah, mengatakan calon jamaah umrah juga nantinya harus menjalani karantina selama 8 hari di Tanah Air saat akan berangkat ke Tanah Suci.

"Pelaksanaan umrahnya mungkin ada yang 7 hari, 9 hari, dan belum lagi kalau ada ketentuan karantina saat akan pulang ke Tanah Air. Ini tentu akan membuang waktu," papar Abdullah Jaidi.

Itu persoalan waktu, lanjut Abdullah Jaidi, dengan penerapan karantina akan memakan biaya yang tidak sedikit, karena biaya sewa hotel karantina itu pasti akan ditanggung calon jemaah umrah.

"Mungkin biaya karantina di Arab Saudi tidak bayar karena ditanggung Pemerintah setempat," papar Abdullah Jaidi.

Sebab itu, kata Abdullah Jaidi, pembukaan penyelenggaraan ibadah umrah ini harus menjadi pertimbangan perusahaan travel umrah di Indonesia.

"Soal biaya mungkin bagi orang yang memiliki uang tidak masalah, tapi persoalan waktu yang akan menjadi kendala mereka," utara dia.

Ia mengakui pengumuman pembukaan umrah tersebut memberikan kabar baik dan membuka peluang kepada kaum muslimin Indonesia yang sudah rindu untuk berangkat ke Tanah Suci.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar