Cegah Jakarta Tenggelam, Penggunaan Air Tanah Harus Dihentikan

Jumat, 1 Oktober 2021 19:23 WIB

Share
Pekerja memanfaatkan air bersih perpipaan di Apartemen Pakubuwono Terrace. (foto: poskota/fernando toga)
Pekerja memanfaatkan air bersih perpipaan di Apartemen Pakubuwono Terrace. (foto: poskota/fernando toga)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Laju penurunan permukaan tanah di Jakarta kian mengkhawatirkan. Bila terus dibiarkan ancaman Ibu Kota tenggelam adalah suatu keniscayaan.

Penurunan permukaan tanah di Jakarta dipicu oleh empat faktor, yakni akibat ekstraksi air tanah, kedua akibat beban konstruksi, ketiga akibat konsolidasi alami tanah aluvium dan terakhir penurunan tanah tektonik.

Berdasarkan wilayah Kota/ Kabupaten, Jakarta Selatan merupakan wilayah yang menggunakan air tanah tertinggi di Jakarta, baik tahun 2018 dan 2019. 

Jakarta Selatan menggunakan setengah dari total penggunaan air tanah di Jakarta sebesar 4.348.123 m3 tahun 2018 dan 3.768.226 m3 tahun 2019. 

Hal ini disebabkan karena Jakarta Selatan memiliki banyak gedung perkantoran dan permukiman. Wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menggunakan air tanah paling rendah dikarenakan air tanah di wilayah tersebut terasa asin sehingga konsumsi terhadap air tanah rendah.

PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) sebagai salah satu pemasok air bersih untuk sebagian wilayah Jakarta berharap masyarakat khususnya perkantoran untuk tidak lagi menggunakan air tanah. 

"Dengan beralih menggunakan air perpipaan, kita sudah mengurangi dampak penurunan permukaan tanah dan menambah cadangan air tanah untuk dipergunakan pada masa depan." ujar President Director PALYJA, Robert Rerimassie. 

Sementara, Apartemen Pakubuwono Terrace yang merupakan salah satu apartemen di wilayah Jakarta Selatan sejak awal berdiri telah menggunakan air perpipaan lantaran kualitasnya lebih terjamin. 

"Kualitas air Palyja sudah memenuhi persyaratan sebagai air minum sesuai dengan Kemenkes No 492/2010. Dan tidak ada keluhan dari penghuni atau warga," ujar Sulistyowati, selaku Manager Building Apartemen Pakubuwono Terrace, Jumat (1/10/2021). 

Sulistyowati mengatakan, saat ini pihaknya terus mengimbau para penghuni untuk terus bijak dalam menggunakan air bersih. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar