Download E-Paper

Muda Ganggu Bini Tetangga, Tuanya Kena Hukum Karma

Rabu, 13 Januari 2021 - 07:30

KASAN (35), bisa kawin karena dijodohkan dengan janda usia sepantar. Setelah punya anak satu, dia penasaran dengan wanita pilihan sendiri. Maka banyak bini tetangga diganggui sampai punya anak. Celakanya, begitu istrinya meninggal dan kawin lagi, istri yang terlalu muda gantian digangguin tetangga. Hukum karma!

Banyak lelaki telat kawin akhirnya jatuh di pelukan janda. Pertimbangannya macam-macam, karena ada yang sekedar numpang hidup, ada pula karena dijodohkan oleh orang tua. Tapi di antara mereka banyak pula yang tidak puas dengan kehidupan rumah tangganya. Ketika obsesinya muncul, dia kemudian berani ganggu para wanita tak peduli sudah punya suami.

Kasan, warga Weru Kabupaten Sukokarjo (Jateng), termasuk lelaki tidak mujur di masa mudanya. Pendidikan kurang, aset keluarga juga tidak ada, sehingga sampai usia 30 tahun belum juga laku kawin. Kalau barang bisa dipromosikan lewat iklan. Lha kalau orang, bagaimana mempromosikannya? Pakai lembaga survei, dalam rangka apa Kasan harus disurvei demi mendongkrak elektabilitas.

Baca juga: Memilih “Biarkan Aku Pergi” Karena Bini Buat Bancakan

Pada usia 35 barulah ketemu jodoh, itu pun karena lobi-lobi politik orang tuanya. Kasan kemudian menikah dengan janda Mulani, yang sama-sama berusia sepantar. Begitulah nasib Kasan, sekali menikah hanya menjadi “generasi penerus”. Tapi dari hasil perkawinannya tersebut lahir juga seorang anak wanita.

Rupanya janda Mulani ini cukup kaya, karena punya sawah banyak dan kerbau pating brangkang (baca: banyak). Karenanya sejak jadi suami Mulani si Kasan langsung punya Honda, yang dibuat nampang ke mana-mana. Karena Kasan sekarang sudah jadi orang berada, banyak wanita yang tertarik padanya. “Bajinguk (sialan), dulu nggak ada yang mau, sekarang ngantri-ngantri kayak bayar listrik.” Kata Kasan waktu itu.

Di dekat rumah Kasan terdapat sumur tua yang tak pernah kering meski musim kemarau sekalipun. Maka banyak ibu-ibu yang di malam hari tela ikut antre ember agar bisa mengambil air di sumur tersebut. Ternyata Kasan ikut pula dalam antrian. Entah apa maksudnya. Benar-benar mencari air atau sekadar mau cari gara-gara?

Baca juga: Diledek Gigi Seperti Drakula Berondong Tega Bunuh Janda

Adalah Muryatin, tetangga Kasan yang ikut juga dalam antrean. Sambil menunggu giliran, dia duduk-duduk di tempat gelap. Lalu datanglah Kasan ngajak ngobrol. Tapi obrolan itu tak berlangsung lama, sebab beberapa saat kemudian Muryatin sudah berhasil diajak berbuat mesum di atas jerami. Begitulah selanjutnya, setiap Muryatin ngantre ember, ujung-ujungnya dapat juga “banyu perwitasari” dari Kasan.

Tahu betapa asyiknya ganggu bini orang, Kasan jadi ketagihan. Lain waktu dia berhasil pula kencani bini tetangga yang lain. Medannya macam-macam, bisa di atas jerami bisa pula di rumah wanita yang disasarnya. Beberapa waktu kemudian, banyak wanita tetangga yang anaknya mirip Kasan, karena suami Mulani ini punya saham minoritas di sana.

Para suami banyak yang membatin, kenapa anaknya kok ada yang mirip si Kasan? Tapi mau nuduh Kasan juga tak berani, karena sama saja membuka aib sendiri. Maka mereka hanya membatin dan berdoa, semoga saja Kasan bakal terkena hukum karma. Entah kapan waktunya.

Baca juga: Lihat Mertua Sakit Parah Malah Ribut Soal Warisan

Ketika Mulani meninggal, Kasan yang mulai menua dan jadi embah, kawin dengan gadis belia, Sulami (25), yang lebih layak jadi anaknya. Karena Mbah Kasan banyak harta, mau saja dia. Tapi ya itu tadi, setelah punya anak satu Mbah Kasan tak bisa melayani istri yang masih menggebu-gebu. Akhirnya hukum karma benar-benar terjadi. Dulu mengganggu bini orang, kini gantian bini Mbah Kasan dibuat bancakan para tetangga, dan anaknya pun rupa-rupa warnanya.

Kayak balonku ada lima dong……! (*/gunarso ts)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->