"Sebagai contoh Australia yang kasus aktif pernah mengalami di bawah 0,26 persen pada tanggal 24 Mei lalu kembali mengalami lonjakan mencapai 30 ribu kasus aktif per 9 september," papar Wiku.
Ia menambahkan hal yang serupa juga terjadi di Selandia Baru yang kasus aktif pernah mencapai 0,6 persen per 1 Juni lalu kembali mengalami kenaikan kasus per awal September lalu hingga 750 kasus aktif.
Menurut Wiku, hal ini menandakan bahwa perbaikan kasus Covid-19 harus terus dipertahankan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, karena tidak ada jaminan bahwa keberhasilan penanganan Covid-19 saat ini akan bertahan seterusnya, jika tidak diimbangi dengan keseimbangan yang konsisten. (johara)