Namun siapa sangka, Yanti yang tengah lanjut berdagang tiba-tiba diberi tahu oleh salah satu warga, bahwa temannya itu menjadi korban penjambretan disertai kekerasan.
"Nah pas si Titin balik ke arah bawah (TKP), itu posisi saya gak tau tiba-tiba ada orang nyamperin saya, itu si Titin di jambret tanganya berdarah. Dia abis kejadian langsung turun ke bawah, itu kejadian jam 8 malam," ungkapnya.
Di lokasi kejadian, dikatakan Yanti, biasanya memang selalu ramai terlebih di jam-jam pulang kerja seperti waktu kejadian pembacokan tersebut berlangsung.
"Padahal di lokasi itu biasanya rame, tapi pas kejadian tumben sepi. Ya mungkin lagi apes kali ya, yang hilang katanya sih HP-nya aja sama tanganya berdarah, kasian banget padahal orangnya baik," pungkasnya. (cr-05).