SELAMA penyebaran Covid-19 belum terkendali, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan terus diperpanjang.
Tentu, dengan mengacu kepada perkembangan kasus Covid -19 di masing – masing daerah.
Seberapa besar tingkat penyebaran dan penularan yang terjadi, sejauh mana upaya pengendalian yang telah dilakukan berikut capaiannya.
Seberapa banyak pula penambahan jumlah warga yang terkonfirmasi positif, angka kesembuhan dan kematian, termasuk tingkat hunian pasien Covid-19 dalam sepekan terakhir.
Kriteria tersebut di antaranya sebagai tolok ukur untuk menentukan level PPKM. Tak heran, jika masing-masing daerah kabupaten/kota yang saling berdekatan, bisa beda level.
Sementara kita tahu, tinggi rendahnya tingkat penyebaran virus corona dipengaruhi banyak faktor.
Selain upaya pemerintah daerah berikut jajarannya dalam menggiatkan 3T (testing, tracing dan treatment), vaksinasi anti-Covid-19, juga disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.
Boleh jadi testing yang dilakukan cukup bagus, tetapi jika tracing (pelacakan kontak erat) terabaikan, ditambah lagi minimnya treatment (perawatan), dapat diduga potensi penyebaran masih cukup besar.
Begitu juga tingkat vaksinasi sudah merata dan menyebar memenuhi target yang diharapkan, tetapi masyarakatnya masih abai terhadap protokol kesehatan, maka risiko penularan akan tetap terjadi.
Jadi ujungnya kembali kepada sejauh mana tingkat disiplin masyarakat menjalankan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilitas dan interaksi langsung).
Sekalipun terdapat pelonggaran, bukan berarti mengabaikan protokol kesehatan.