Keren, RW 05 Sunter Agung Terus Kembangkan Pengolahan Sampah Organik jadi Pupuk Cair dan Padat

Kamis, 26 Agustus 2021 20:33 WIB

Share
Warga RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, sedang melakukan proses pembuatan pupuk cair dengan sampah organik. (foto: ist)
Warga RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, sedang melakukan proses pembuatan pupuk cair dengan sampah organik. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Warga RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terus mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair dan padat.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan jumlah sampah rumah tangga yang dibuang ke TPA Bantar Gebang, sekaligus menjadi peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan warga di bidang pengelolaan kompos. 

"Pasokan sampah organik kita dapat dari warga sekitar yang kemudian dimasukan ke tong komposter yang dicampur dengan bioaktivator EM 4 dan maggot. Hasil dari pengolahan komposting itu menghasilkan pupuk organik cair dan padat yang bisa dimanfaatkan untuk perawatan tanaman," ungkap Nurus Sobah, Ketua RW 05 Sunter Agung, Kamis (26/8/2021).

Untuk pengembangan komposting di wilayah RW 05 Sunter Agung, Nurus telah mengerahkan 50 tong komposter ke-20 RT untuk dimanfaatkan warga setempat dalam pengolahan sampah rumah tangga.

"Alhamdulillah, setelah kita sosialisasikan kegiatan ini, warga sudah mulai sadar dan sekarang sudah terbiasa mengumpulkan sampah organiknya dan menaruhnya di tong komposter yang tersedia di setiap RT," ujarnya. 

Sedangkan proses pembuatan pupuk cair membutuhkan waktu satu bulan. Satu tong komposter itu dapat menampung kurang lebih 150 Kg sampah organik yang bisa menghasilkan 40 liter pupuk organik cair.

"Untuk saat ini, pupuk yang dihasilkan itu masih digunakan oleh warga setempat untuk merawat tanaman di rumahnya masing-masing," jelas Nurus. 

Ia mengungkapkan, masih ditemukan berbagai kendala dalam pengembangan komposting di lingkungannya, seperti komposter yang ada masih berbau dan pemahaman memilah sampah organik belum seragam.

"Secara bertahap, kita akan mencari solusi dari permasalahan yang ada hingga mendapatkan hasil yang maksimal. Semua membutuhkan proses dan itu harus dijalani dengan penuh semangat sehingga kedepannya bisa menggerakan perekonomian skala mikro yang nantinya bisa masuk ke kas wilayah masing-masing," pungkasnya. (yono)


 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar