Penganiayaan Balita, Pelaku Kekerasan Anak Dilatarbelakangi Faktor Ekonomi dan Keluarga

Minggu, 22 Agustus 2021 04:52 WIB

Share
Evy Clara: Anak yang kerap menjadi bahan pelampiasan masalah dari pelak karena anak tidak bisa melawan dan tak berdaya. (Foto/dokpribadi)
Evy Clara: Anak yang kerap menjadi bahan pelampiasan masalah dari pelak karena anak tidak bisa melawan dan tak berdaya. (Foto/dokpribadi)

TANGSEL, POSKOTA.CO.ID - Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Evy Clara menilai, kasus penganiayaan terhadap anak biasanya dilatarbelakangi masalah ekonomi maupun keluarga. 

Karena itu, Evy menduga, kasus penganiayaan yang menimpa balita berusia 4 tahun berinisial BM, di Kota Tangerang Selatan, bisa jadi karena faktor ekonomi atau keluarga.

Pelakunya terhimpit masalah ekonomi atau mempunyai masalah dengan keluarga dalam hal ini suami, melampiaskan dengan korban.

"Saya tidak tahu bagaimana kehidupan pelaku, apakah ada masalah dengan keluarga atau suami. Lalu gimana kondisi ekonominya. Karena hal-hal itu biasa jadi pemicu," kata Evy ketika dihubungi Poskota.co.id, Sabtu 21 Agustus 2021.

Evy menyebut, kekerasan terhadap anak biasanya dilakukan oleh orang tua kandung atau orang terdekat. Pelaku melakukan itu pada anak karena ingin melampiaskan masalah atau dendam. 

"Sehingga anak yang kerap menjadi bahan pelampiasan masalah dari pelaku. Itu karena anak tidak bisa melawan, tak berdaya, sehingga bisa dilampiaskan," ungkapnya.

Namun, Evy menuturkan, pelaku penganiayaan balita di Tangerang Selatan perlu dilakukan test psikater atau dibawa ke psikolog.

"Karena sampai dia aniaya dengan cara membanting itu perlu diketahui kondisi kejiwaan pelaku," tuturnya.

Dari kasus tersebut, Evy menyampaikan, perlunya pengendalian diri terhadap orang tua dalam mengasuh anak. 

Karena perilaku kekerasan bukan jalan yang baik untuk anak-anak. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar