Ahok dan Gubernur Anies Baswedan akan Dipanggil Pansus KBN DPRD DKI

Kamis, 19 Agustus 2021 12:41 WIB

Share
Rapat Pansus KBN DPRD DKI Jakarta, akan mengagendakan pemanggilan mantan dan gubernur DKI . (Deny)
Rapat Pansus KBN DPRD DKI Jakarta, akan mengagendakan pemanggilan mantan dan gubernur DKI . (Deny)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pansus Kawasan Berikat Nusantara (KBN) DPRD DKI Jakarta , kembali menggelar rapat polemik Proyek Pelabuhan Marunda pada Rabu (18/8/2021) .

Dalam rapat itu, semua anggota pansus sepakat untuk menghadirkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Untuk mendapatkan informasi yang akurat, kami kira tidak ada salahnya kita mengundang Pak Ahok dan Pak Anies dalam rapat pansus berikutnya,"ujar anggota pansus KBN Inggard Joshua, yang diamini semua anggota pansus.

Menurut Inggard, pansus KBN dibentuk untuk memperjuangkan hak Pemprov DKI Jakarta di wilayah Pesisir Utara, khususnya dikawasan Merunda.

Oleh karena itu, untuk menghasilkan informasi yang akurat, pansus perlu menggali semua informasi dari sumber yang benar terkait persoalan yang terjadi di Marunda antara PT KBN, PT Karya Tekhnik Utama (KTU) dan PT Karya KCN.

Senada dengan Inggard Josuhua, anggota pansus lainnya Dimaz  Raditya Nazar Soesatyo, mengatakan, pansus memang bisa menggali informasi dari mana saja termasuk dari mantan Gubernur DKI Jakarta. 

"Bahkan agar pansus ini tidak mengganggu program strategi dari pemerintah pusat, berikutnya tak ada salahnya juga pansus menghadirkan perwakilan dari pemerintah pusat seperti, Kementerian Hukum dan HAM (Kemhumkam), Dirjen Perhubungan Laut dan Kementerian BUMN," terangnya. 

Sementara itu, Ketua Pansus KBN, Pandapotan Sinaga mengatakan, tak hanya mantan dan Gubernur DKI yang akan dihadirkan dalam rapat berikutnya, tapi sejumlah instansi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI akan turut dihadirkan.

Seperti diketahui, DPRD DKI Jakarta, membentuk pansus KBN karena adanya permasalahan dalam proyek pembangunan Pelabuhan Marunda, Jakarta.

Proyek tersebut sempat terhenti karena ada sengketa hukum antara KBN dengan PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar