Selasa 10 Agustus 2021 nanti adalah awal pergantian tahun kalender Jawa yaitu 1 Suro 1955 Jawa.
Sedangkan menurut kalender Hijriah ( Islam ), tanggal tersebut bersamaan dengan tahun baru Islam 1 Muharam 1443 Hijriah.
Maka dari usia kalender perhitungan tahun Jawa lebih dahulu ada dibanding dengan tahun Hijriah.

Ini berarti kebudayaan Jawa lebih dahulu ada sebelum agama Islam masuk ke Jawa. Dan kita tidak boleh mempertentangkan hasil karya budaya dengan ajaran agama.
Justru kehadiran Islam menyempurnakan budaya Jawa yang sudah ada, yaitu dengan meluruskan doa dan permohonan kepada Allah SWT Sang Maha Pencipta.
Budaya dan agama seyogyanya bisa saling melengkapi. Apalagi dengan melihat sejarah pesatnya perkembangan agama Islam di Jawa sewaktu jaman Wali Songo.
Saat itu Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga menjadikan budaya sebagai media dakwah; mengenalkan dan mengajak masyarakat untuk memeluk agama Islam.
Disamping itu para wali juga meluruskan jika terdapat hal yang bertentangan dengan akidah. Begitu juga dengan tradisi Suro yang justru saling melengkapi serta menyempurnakan.
Bulan Suro bagi sebagian masyarakat Jawa masih dianggap wingit. Sepanjang bulan pembuka tahun kalender Jawa tersebut, lazimnya diisi dengan tradisi yg lebih berorientasi spiritual. Masyarakat Jawa banyak mengisi dengan laku prihatin.
Ada yang melakukan tirakat, puasa, serta ritual yang lain, misalnya ruwatan yang bertujuan untuk membersihkan diri serta memperbaiki kehidupan spiritual.
Termasuk membersihkan benda pusaka, atau juga melarung benda yang dianggap berenergi tidak baik untuk kehidupan mereka.
