SERANG, POSKOTA.CO.ID - Selama dua tahun Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, tingkat kunjungan pasien non Covid-19 ke RS Sari Asih Serang mengalami penurunan.
Humas RS Sari Asih Serang, Agus Ramdani mengatakan, penurunan itu salah satunya diakibatkan oleh stigma ketakutan masyarakat terhadap virus Covid-19.
"Kadang pasien yang datang ke Sari Asih, kemudian melihat ada tenda untuk penanganan pasien Covid-19 sudah parno duluan, kemudian balik lagi ga jadi berobat," ungkapnya.
Diakui Agus, dalam kondisi normal pasien yang datang setiap harinya kurang lebih sekitar 200-an.
Mereka ada yang melakukan rawat jalan dan inap.
"Namun di musim Pandemi ini, hanya mencapai sekitar 150-an," katanya.
Sedangkan untuk penanganan pasien Covid-19, lanjut Agus, pihaknya menerjunkan sebanyak 22 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terdiri dari dokter spesialis, umum dan jaga.
"Kalau saat ini kondisinya sudah terisi semua dari 36 bad yang ada. 15 bad di UGD sementara sisanya ruang isolasi," ucapnya.
Menurut Agus, meskipun kondisinya full, namun saat ini penanganan pasien Covid-19 tidak terlalu krodit seperti beberapa bulan yang lalu.
"Sekarang mah semuanya bisa masuk ke ruangan untuk ditangani. Kalau beberapa bulan yang lalu mah waiting listnya bisa mencapai lima orang untuk mendapatkan bad itu," ungkapnya.
Selain itu, Agus juga mendorong kepada pemerintah pusat agar bisa segera menyelesaikan klaim biaya penanganan pasien Covid-19 yang sampai sekarang belum dibayarkan full.
