KEDIRI, POSKOTA.CO.ID - Beredar kabar jika seseorang yang sakit maka akan dicovidkan oleh phak rumah sakit.
Bahkan isu tersebut berujung pada cacian kepada nakes atau tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.
Tudingan tersebut jelas dibantah oleh sejumlah nakes, salah satunya kata Ketua IDI Kota Kendari, dr Alghazali Amirullah.
Menurut dr Alghazali, nakes telah berjuang bahkan rela bertaruh nyawa menangani pasien Covid-19.
"Kasian nakes, sebentar-sebentar dibully, dibilang mengcovidkan orang atau apalah. Padahal kami ini Nakes juga takut," kata dr Alghazali Amirullah.
Bahkan dr Alghazali, menantang masyarakat yang ter percaya untuk kunjungi rumah sakit dan segera tengok konddisi pasien Covid-19.
"Bahkan kalau boleh kami memfasilitasi untuk memberikan dia baju hazmat Covid-19, untuk melihat bagaimana kondisi yang dialami pasien Covid-19 yang ada di rumah sakit," sambungnya.
Tak hanya dr Alghazali, dr. Andi Khomeini Takdir, seorang dokter spesialis penyakit dalam juga mengaku geram dengan isu pasien dicovidkan
dr Andi menyampaikan pendapatnya mengenai pasien yang dicovidkan melalui cuitan di akun Twitter pribadinya pada Jumat, (6/8/2021).
Menut dr Andi, isu pasien dicovidkan dianggap sangat aneh, karena pada dasarnya Covid-19 itu benar-benar ada.
"Pasien dicovidkan, nakes mengcovidkan,... aneh banget komentar2 begini," ujar dr. Andi, dikutip poskota.co.id dari Twitter @dr_koko28.
Ia pun mengaku heran, mengapa fitnah tersebut tak bosan disebarkan, padahal nakes sudah berjuang mati-matian untuk bisa membantu pasien Covid-19.
"Ga brenti2 nyebar fitnah. Kalian tanpa sadar jadi biang bencana hingga orang2 yang butuh pertolongan malah takut ke RS," kata dr. Andi.
"Memang kami dapat transferan pahala, tapi orang2 sakit itu gimana? Gak kasian kalian?" sambungnya.
Dampak dari isu dicovidkan itu, tentunya masyarakat menjadi tak percaya terhadap para tenaga kesehatan. Bahkan, enggan berobat di rumah sakit jika mengalami gejala Covid-19.
Sebagian masyarakat juga takut berobat lantaran tak ingin dikategorikan sebagai pasien Covid-19 atau dicovidkan.
Padahal di saat pandemi seperti ini, masyarakat, pemerintah dan nakes harusnya bersinergi untuk bekerja sama dalam berantas Covid-19 ini.
Namun sangat disayangkan masih ada saja oknum yang menyebarkan hoaks soal isu pasien dicovidkan. (cr09)
