LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mendapat sorotan dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Lebak. Salah satu yang disorot adalah terkait kehadiran dokter.
Penilaian itu salah satunya datang dari anggota DPRD Lebak, Iyang. Dia mengaku lebih memilih merawat keluarganya di rumah sakit swasta ketimbang di RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Alasannya tak lain karena terkait dengan pelayanan yang dinilai kurang maksimal.
“Tidak mau ke Adjidarmo, istri saya di (RS) Misi. Saya lihat, pelayanan RSUD bukan semakin maju, malah mundur,” kata Iyang saat dihubungi, Minggu (8/8/2021).
Tidak hanya Iyang, anggota DPRD lainnya dari Fraksi Partai Gerindra yakni Bangbang meminta Direktur RSUD Adjidarmo secara rinci menyampaikan berapa anggaran kebutuhan penunjang pelayanan kepada pasien dari proyeksi pendapatan rumah sakit.
“Berapa sih anggaran untuk obat-obatan? Lalu untuk yang lain-lain berapa? Saya minta spesifik soal itu, dan saya mau itu dibedah, kemana saja anggaran itu. Karena jangan-jangan larinya bukan ke pelayanan yang akhirnya pelayanan RSUD begini-begini saja,” papar Bangbang.
Menurutnya, tidak maksimalnya pelayanan terutama di masa Pandemi Covid-19 akan sangat memukul masyarakat. Terutama para pasien BPJS yang seolah terkesan diabaikan.
“Kalau saja pejabat di RSUD mengakui bahwa pelayanan yang diberikan kurang baik, ini selesai. Kalau memang tidak mampu sampaikan dan silakan mundur secara baik-baik,” kata Bangbang.
Dia meminta agar RSUD dan Dinas Kesehatan (Dinkes) saling berkoordinasi agar pelayanan kesehatan terhadap pasien bisa maksimal dan sesuai yang diharapkan. Lalu ia menyoroti soal dokter yang datang tidak tepat waktu dari jadwal yang sudah ditentukan.
“Pelayanan terhadap masyarakat harus diprioritaskan, dan dimaksimalkan. Masyarakat harus terlayani dengan maksimal,” harapnya. (kontributor banten/yusuf permana)
