Tepi Pluit: Pejabat dan Iklan Diri 

Minggu 01 Agu 2021, 06:00 WIB
Ilustrasi Tepi Pluit: Pejabat dan Iklan Diri. (Kartunis/Poskota.co.id/GTS) 
Ilustrasi Tepi Pluit: Pejabat dan Iklan Diri. (Kartunis/Poskota.co.id/GTS) 

DI BEBERAPA perumahan Ke­lurahan di Cipadu Jaya, Tangerang Kota, ada se­jum­lah spanduk dan baliho bertuliskan seperti ini. “Anda Memasuki Wilayah Wajib Masker”.

Yang cukup menarik di spanduk spanduk atau baliho itu terpampang foto-foto pejabat pemerintah setempat. Oh ya, .... juga ada foto pejabat tinggi pemerintah pusat.

Cukup menarik untuk disimak. Di sekeliling spanduk itu sampai Jumat, 30 Juli 2021 lalu, masih nampak terlihat warga setempat duduk-duduk atau kongkow-kongkow tanpa masker.

Bahkan ada satpam atau penjaga perumahan yang merupakan penegak keamanan atau ketertiban juga tidak bermasker.

Saya mencoba men­dekati beberapa orang yang tidak bermasker di dekat sebuah spanduk. Saya tanya mengapa dia tidak mengenakan masker padahal di spanduk yang dia jaga itu mengatakan wilayah wajib masker. Selain itu juga terpampang foto-foto pejabat pemerintah di situ.

Sebuah jawaban yang mengejutkan dari orang tidak bermasker di Cipadu Jaya tersebut. “Ini hanya spanduk untuk mengiklankan pejabat-pejabat empat pilar itu,” jawab orang tidak bermasker tersebut.

Saya lebih terkejut lagi orang tidak bermas­ker itu mengatakan, “para pejabat yang fotonya sering dipasang di iklan itu sudah hilang wibawa alias tidak dipercaya,” Waduuh.

Saya jadi ingat beberapa kalimat artikel tulisan Pak Harmoko (almarhum) di Pos Kota, Kamis 29 Agustus 2013 lalu.

Di bawah judul “Menteri Dan Iklankan Diri”.  “......Kalau sang menteri senang dan bangga dengan mengiklankan diri, justru itu menunjukan ketidakmampuannya dalam bekerja untuk menyejahterakan rakyat".

Di masa pandemi ini, cara beriklan lebih canggih karena medianya makin canggih. Apalagi ada pejabat yang dulu jago atau “super” di bidang periklanan.(ciamik)


Berita Terkait


undefined
Opini

Suro dan Muharam

undefined
Opini

Tahun tak Fokus dan Jas Merah 

undefined
Opini

Doktor : "Ngodok yang Kotor-kotor"

undefined
Opini

Mereka yang Lahir di Bulan September

undefined
Opini

Jalan KKN dan Banjir Cipadu Jaya 

undefined
Opini

Jaman Edan Pojok Betawi 

undefined
Opini

Jalan Barito yang Romantis 

undefined
Opini

PPKM: Promosi Produk Kelewat Murah 

undefined
Opini

Warga Ampibi Cipadu Jaya 

undefined
Opini

Ketika Beringin Tumbang  

undefined
Opini

Aku Papua di Rarampa

undefined
Opini

Anggota DPRD Kecam Pemkot Tangerang 

undefined
Opini

Nonton Ketoprak Gajah Mada PDIP

undefined
Opini

Ondel-Ondel Dilarang Ngamen

undefined
Opini

Kisah Kecil di Kelurahan Cipadu Jaya

undefined
Opini

Hasto dan Kisah Asmara Dewa

undefined
Opini

Ratu Hemas dan Pasir Merapi 

undefined
Opini

Warung Kopi Gruham Bagai Sorgaloka

News Update