Intip Modifikasi Mercedes-Benz OH 1626, ACT Humanity Food Bus 

Senin, 19 Juli 2021 14:41 WIB

Share
Modifikasi bus Mercedes-Benz OH 1626 kolaborasi ACT dan Karoseri Laksana. (foto/instagram-mbah_inu )
Modifikasi bus Mercedes-Benz OH 1626 kolaborasi ACT dan Karoseri Laksana. (foto/instagram-mbah_inu )

POSKOTA.CO.ID – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) baru saja meluncurkan Humanity Food Bus. Dimodifikasi layaknya food truck, bus yang memiliki dapur ini diklaim bisa menyiapkan 5000 porsi makanan perhari.

Jadi inovasi dari ACT membuat dapur umum berjalan ini menggunakan bus dengan model Legacy SR2 S-Series HD Prime dengan sasis Mercedes-Benz OH 1662L.

Karoseri Laksana yang bermarkas di Ungaran, Jawa Tengah ini pun dipercaya ACT untuk memodifikasi bus tersebut menjadi Humanity Foof Bus 1.0.

Seperti food truk, bus ini juga memiliki tampilan layaknya dapur umum berjalan dengan desain jendela samping yang bisa dibuka dan ditutup, serta dua pasang pasang pintu dibagian tengah dan belakan kabin yang dilengkapi tangga kecil.

Tangga tersebut tentunya untuk mempermudah akses para koki untuk masuk saat membuat makanan. Sementara di bagian depan terdapat beberapa bangku untuk para petugas ACT.

Untuk interior dapur di bus ini terlihat menggunakan bahan stainless seperti digunakan banyak restoran pada umumnya.

Mulai dari area kompor, meja saji, wastafel, dan exhaust fan, serta tempat penyimpanan bagian atas.

Untuk tampilan grafis luarnya, di pintu depan ditempel gambar padi dan siluet tangan berwarna orange.

Ini melambangkan kemanusiaan dan di sampingnya terdapat logo 'Gerakan Sedekah Pangan Nasional' plus logo ACT dan gambar anak-anak sedang tersenyum.

“Biasanya kita hadirkan food truck yang bisa melayani 2.000-3.000 paket makanan. Dengan armada bus yang besar ini, armada kita bisa melayani 5.000 paket makanan,” ujar Ibnu Khajar, selaku Presidan ACT, seperti dikutip Poskota.co.id dari website resmi ACT.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar