ADVERTISEMENT

Semula Driver, Lalu Banting Stir Ternak Kambing, Pria di Sidoarjo Ini Punya Minimarket Kambing dan Domba

Kamis, 15 Juli 2021 23:11 WIB

Share
Minimarket Kambing dan Domba milik Ismail, di Sidoarjo, Jawa Timur. (ist)
Minimarket Kambing dan Domba milik Ismail, di Sidoarjo, Jawa Timur. (ist)

SIDOARJO, POSKOTA.CO.ID - Peluang hadir bisa setiap saat. Terlebih bagi orang yang pandai membaca peluang, dan berani bekerja keras.

Seperti pada saat seperti sekarang ini, yakni saat menghadapi Idul Fitri atau Hari Raya Kurban, orang bisa memanfaatkan untuk jualan hewan kurban.

Tampaknya kesempatan seperti inilah yang ditangkapm oleh Ismail (39) warga Sidoarjo. Ia memanfaatkan untuk bergadang hewan ternak.

Ismail, peternak kambing dan Domba asal desa Sumorame, Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, ini kini telah sukses mengelola Minimarket Kambing dan Domba, omsetnya ratusan juta rupiah.

Padahal, sebelum menekuni usaha penjualan hewan qurban, semula Ismail kerja sebagai driver di perusahaan swasta sebagai tenaga kontrak. Akhirnya dirinya memutuskan keluar dari pekerjaannya dan memilih usaha sendiri. Banting stir jadi peeternak kambing.

"Sebelumnya kerja jadi driver, pindah-pindah perusahaan, jual kambing hanya sampingan saja. Tapi sejak tahun 2011 saya fokus usaha ternak kambing dan memilih keluar dari perusahaan," tutur Ismail di lokasi usahanya desa Sumorame, Candi, Sidoarjo, Rabu (14/07/2021).

Lebih dari 10 tahun Ismail sudah menggeluti usaha penjualan hewan kurban terutama kambing dan domba. Awalnya, Ismail memulai usahanya dari lima  ekor sekarang menjadi puluhan ekor, mulai dari omset puluhan juta sekarang sudah ratusan juta rupiah.

Ismail merasa beruntung karena waktu itu dirinya langsung memulai usaha, sekarang tinggal menerima hasilnya.

Karena ketekunannya, kini ia dipercaya seorang investor, untuk mengelola usaha penggemukan kambing dan domba, lalu menjualnya dengan konsep mini market. Pola ini menurutnya lebih terbuka, sebab pembeli bisa melihat langsung kisaran harga kambing, yang sudah ditentukan penjual.

Dengan prinsip keterbukaan itu, Ismail mengaku jumlah pelanggannya semakin banyak. Saat ini, ia sudah membuat kandang dengan kapasitas lebih dari 100 ekor.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT