ADVERTISEMENT

Bupati Purwakarta Isyaratkan Tak Akan Perpanjang PPKM Darurat, Sesuai Strategi Gas dan Rem

Kamis, 15 Juli 2021 17:41 WIB

Share
Bupati Purwakarta Anne R Mustika.(dok)
Bupati Purwakarta Anne R Mustika.(dok)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

PURWAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bupati Purwakarta Anne R Mustika mengisyaratkan untuk tidak memperpanjang PPKM Darurat.

Hal ini karena dari pemberlakuan PPKM yang dimulai 3 Juli telah mengalami tren penurunan kasus Covid-19 di wilayahnya.

"Fokus kita sekarang tuntaskan dulu hingga 20 Juli. Kemudian kita akan mengkaji diperpanjang atau tidak. Namun melihat tren positif dengan penurunan kasus Covid-19, bisa saja dihentikan," jelas Anne, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya,ren penurunan kasus Covid-19 ini, berdampak pada penurunan tingkat keterisian atau Bed Occupancy Rate (BOR) di seluruh rumah sakit di Purwakarta.

Bahkan, dua kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Purwakarta yakni Sukasari dan Maniis sudah masuk ke zona hijau, yang artinya tidak ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut.

Tren penurunan kasus Covid-19 di Purwakarta ini merupakan kabar baik sekaligus menjadi dasar pertimbangan untuk tidak memperpanjang PPKM Darurat di Purwakarta.

"Kita sedang mengkaji untuk tidak memperpanjang PKKM Darurat di Purwakarta," ujar Anne.

Hal tersebut, kata Ambu Anne, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo mengenai strategi 'gas dan rem' dalam penanganan Covid-19 untuk menjaga keseimbangan antara penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarkat.

"Kita mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang PPKM Darurat yang akan selesai pada 20 Juli 2021. Dasar pertimbangannya sesuai dengan strategi gas dan rem penanganan Covid-19,” ujar Anne.

Anne yang sekaligus Ketua Satgas Covid-19 ini menyebutkan selepas 20 Juli 2021 besar kemungkinan untuk kembali diterapkan PPKM skala Mikro di Purwakarta.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT