Tim Monitoring Kesehatan Hewan Kurban Temukan 14 Domba Bergejala Sakit

Rabu 07 Jul 2021, 23:52 WIB
Tim Monitoring Kesehatan Hewan Ternak Kurban Dinas Pertanian Provinsi Banten saat melakukan kegiatan pada 9 lapak hewan kurban di kawasan Ciruas. (ist)saat melakukan kegiatan pada 9 lapak hewan kurban di kawasan Ciruas. (foto: ist)

Tim Monitoring Kesehatan Hewan Ternak Kurban Dinas Pertanian Provinsi Banten saat melakukan kegiatan pada 9 lapak hewan kurban di kawasan Ciruas. (ist)saat melakukan kegiatan pada 9 lapak hewan kurban di kawasan Ciruas. (foto: ist)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pertanian melakukan Monitoring Kesehatan Hewan Kurban sekaligus sosialisasi protokol kesehatan kepada para pedagang, Rabu (7/7/2021).

Tujuan monitoring untuk menjamin kesehatan hewan ternak kurban dan mencegah masuk menyebarnya Penyakit Hewan Menular (PHM) ke wilayah Provinsi Banten.

Tim Monitoring Kesehatan Hewan Ternak Kurban Dinas Pertanian Provinsi Banten melakukan kegiatan pada 9 lapak hewan kurban di kawasan Ciruas, Kabupaten Serang. Total ternak yang dimonitor pada sapi 38 ekor, kerbau 7 ekor, dan domba 234 ekor.

Dalam kegiatan itu, Tim Monitoring menemukan 14 ekor domba menunjukkan gejala sakit dan meminta pedagang memisahkan ternak yang menunjukkan gejala sakit dengan yang sehat.

"Sebanyak 14 ekor domba menunjukkan gejala di antaranya sakit mata, Orf, pink eye dan diare. Domba yang menunjukkan gejala sakit diminta dipisahkan dari ternak yang sehat," ungkap Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Provinsi Banten drh. Rina Herviana dalam keterangan tertulis.

Dikatakan, pedagang diminta mengurus rekomendasi pemasukan ternak ke Dinas Pertanian Kabupaten Serang. Dokumen yang dimiliki adalah surat jalan dan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) yang disimpan pemilik.

"Domba didatangkan dari Garut, Majalengka, Dan Purwakarta. Untuk sapi didatangkan dari Semarang dan Boyolali. Sedang kerbau berasal Banten atau lokal," jelas drh. Rina.

Diungkapkan, untuk kisaran harga, sapi antara Rp21-28 juta. kerbau antara Rp20-25 juta. Sedangkan domba antara Rp2,5-6,5 juta.

Secara umum, ungkap drh. Rina, kondisi lapak hewan kurban cukup memenuhi aspek kesejahteraan hewan. Antara lain terdapat tenda/terpal, disediakan pakan dan air minum, dan kandang tidak becek.

"Untuk lapak hewan kurban yang telah dilakukan monitoring, ditempel stiker Dinas Pertanian Provinsi Banten dan diberikan stok salep/tetes mata untuk hewan ternak," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, lanjut drh. Rina, tim monitoring juga melakukan sosialisasi disiplin protokol kesehatan. Pedagang yang tidak menggunakan masker diberikan masker.

Berita Terkait

News Update